JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai kejadian tewasnya siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang diduga mengakhiri diri karena tak mampu membeli alat tulis, menjadi teguran keras kepada pemerintah. Khususnya dalam dunia pendidikan.
Diketahui, peristiwa mengenaskan itu terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," katanya dalam komfirmasinya, Rabu, 4 Febuari 2026.
BACA JUGA:Pramono Kejar Pengembang Nakal, 32 Persen Belum Serahkan Kewajiban Fasos-Fasum
Ia menegaskan, pendidikan anak seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah yang harus dipenuhi serta dilindungi.
"Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena," tegasnya.
Kasus ini, lanjut Dia, menunjukkan bahwa sangat penting bagi semua pihak, untuk mengoreksi sistem pendidikan, perlindungan sosial, dan kepedulian lingkungan sekitar.
"Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kedepan, sistem pendidikan harus benar-benar menjamin sekolah dasar gratis termasuk perlengkapan belajar.
Hal itu agar tidak kembali lagi tragedi mengenaskan ini.
BACA JUGA:Istana Klaim Gerakan Gentengisasi Prabowo demi Kebersihan dan Daya Tarik Wisata
"Perlindungan sosial harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi," pungkasnya.
Menurutnya, kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat. Baik itu di sekolah maupun keluarga dan lingkungan sekitar.
"Di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan," imbuhnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2516589/original/085564200_1544075632-20181206-Habib-Bahar-bin-Smith-Iqbal5.jpg)