Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Kisah kebangkitan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari olahraga. Dalam sepak bola, keyakinan bahwa pertandingan belum benar-benar berakhir sering melahirkan momen-momen bersejarah.
Di Piala Dunia, panggung terbesar sepak bola dunia, hanya ada dua negara yang pernah mencatatkan comeback paling dramatis dengan membalikkan ketertinggalan tiga gol di fase gugur.
Dua negara tersebut adalah Austria pada Piala Dunia 1954 dan Portugal pada edisi 1966. Keduanya berhasil melakukan kebangkitan luar biasa di bawah tekanan besar dan mencatatkan namanya dalam sejarah turnamen.
Austria 7-5 Swis: Piala Dunia 1954
(Foto: Austria vs Swis di Piala Dunia 1954 (Dok. FIFA))
Kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1934, Austria memenangi dua laga fase grup melawan Skotlandia dan Cekoslowakia.
Mereka kemudian bertemu Swiss di perempat final, tim tuan rumah yang harus melalui laga play-off melawan Italia untuk lolos ke delapan besar.
Pertandingan berlangsung di Lausanne, di tepi Danau Geneva, pada sore musim panas yang menyengat. Suhu mendekati 40 derajat Celsius dengan kelembapan lebih dari 80 persen.
Kondisi ekstrem ini menjadi latar laga yang kelak tercatat sebagai pertandingan dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Swiss, yang saat itu dilatih Karl Rappan asal Austria, memulai laga dengan sempurna. Robert Ballaman membuka skor pada menit ke-16, disusul dua gol Josef Hugi dalam rentang tiga menit. Swiss unggul 3-0 sebelum 20 menit pertandingan berjalan.
Namun, dengan jeda hanya tiga hari sejak laga play-off melawan Italia dan susunan pemain yang tidak berubah, kelelahan mulai terlihat.
Austria memanfaatkan situasi tersebut. Dalam waktu tiga menit, Alfred Körner dan Theodor Wagner (dua gol) menyamakan skor menjadi 3-3.
Kapten Ernst Ocwirk kemudian membawa Austria berbalik unggul, disusul gol kedua Körner yang membuat skor menjadi 5-3 hanya pada menit ke-34. Ballaman kembali mencetak dua gol untuk Swiss sehingga skor menjadi 5-4 saat turun minum.
Babak kedua tetap berlangsung liar. Wagner dan Hugi sama-sama melengkapi hat-trick, sebelum Erich Probst mencetak gol penentu bagi Austria sekitar 15 menit jelang laga usai.
Austria menang 7-5 dalam laga yang kemudian dikenal sebagai salah satu pertandingan paling gila dalam sejarah Piala Dunia.
Austria akhirnya finis di peringkat ketiga turnamen tersebut, sementara sehari setelah laga ini, dunia menyaksikan final legendaris saat Jerman Barat mengalahkan Hungaria dalam pertandingan yang dikenal sebagai Miracle of Bern.
Portugal 5-3 Korea Utara: Piala Dunia 1966
(Foto: Portugal vs Korea Utara di Piala Dunia 1966 (Dok. FIFA))
Korea Utara datang ke perempat final Piala Dunia 1966 dengan status sensasional. Pada laga terakhir fase grup, mereka secara mengejutkan menyingkirkan Italia.
Di perempat final, mereka harus menghadapi Portugal, tim yang menyapu bersih fase grup dengan tiga kemenangan beruntun atas Hungaria, Bulgaria, dan Brasil.
Ini menjadi kali pertama wakil Asia mencapai perempat final Piala Dunia, prestasi yang baru terulang pada 2002.
Menghadapi Portugal yang diperkuat Eusebio, Mario Coluna, dan Antonio Simoes, Korea Utara diprediksi bakal kalah telak.
Namun di Goodison Park, Liverpool, justru terjadi hal sebaliknya. Gol Pak Seung-zin disusul dua gol dari Li Dong-woon dan Yang Seung-kook membuat Korea Utara unggul 3-0 di pertengahan babak pertama.
Di saat krusial itulah Eusebio tampil sebagai pembeda. Ia mencetak dua gol untuk memperkecil ketertinggalan sebelum jeda. Sembilan menit setelah babak kedua dimulai, Eusebio menyamakan skor lewat penyelesaian dari sudut sempit.
Tiga menit berselang, ia mencetak gol keempatnya melalui titik penalti, setelah dilanggar di kotak terlarang.
Portugal berbalik unggul 4-3. Jose Augusto kemudian menambah gol kelima sepuluh menit jelang laga usai, memastikan comeback sempurna dan mengakhiri mimpi sang underdog.
Eusebio kembali mencetak gol di dua laga berikutnya, meski Portugal kalah 1-2 dari Inggris di semifinal.
Ia menutup turnamen dengan sembilan gol dan keluar sebagai top skor, serta membawa Portugal finis di peringkat ketiga.
Editor: Redaksi TVRINews





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4819198/original/088884900_1714630895-1000190654-01.jpeg)