Israel Dorong AS Serang Iran, Trump Masih Ragu

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Washington: Israel dilaporkan tengah mendorong Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut masih memiliki keraguan untuk melanjutkan aksi militer terhadap Teheran, menurut laporan yang dikutip dari seorang pejabat AS pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 4 Februari 2026, sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Eyal Zamir dan Direktur Mossad David Barnea, diketahui telah mengunjungi Washington dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan langkah Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan.

Trump pada Senin memperingatkan bahwa “kemungkinan besar hal-hal buruk akan terjadi” terhadap Iran apabila perundingan nuklir dengan Republik Islam itu gagal. Ia merujuk pada pengerahan kapal-kapal perang Angkatan Laut AS yang ia sebut sebagai yang “terbesar dan terbaik” ke wilayah tersebut.

Menurut sejumlah laporan, Zamir memberikan pengarahan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengenai rencana perang Israel selama akhir pekan lalu. Namun, seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan pertemuan tersebut tidak mengubah sikap Washington.

“Dapat dikatakan dengan aman bahwa tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pandangannya maupun pandangan presiden terkait penyerangan Iran,” ujar pejabat tersebut kepada Axios, merujuk pada Caine dan Trump. 

“Yang benar-benar menginginkan serangan adalah pihak Israel. Presiden belum sampai ke titik itu,” tambah pejabat itu.

Pejabat senior AS lainnya juga mengatakan kepada Axios bahwa presiden AS “benar-benar tidak ingin melakukannya."

Pada Juni 2025, Israel dengan dukungan Washington melancarkan serangan selama 12 hari ke Iran yang menyasar fasilitas militer dan nuklir, serta infrastruktur sipil. Serangan tersebut menewaskan sejumlah komandan senior dan ilmuwan Iran.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas militer dan intelijen Israel, sebelum Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap sejumlah lokasi nuklir Iran. Eskalasi itu mengakhiri secara cepat perundingan yang saat itu tengah berlangsung antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran.

Laporan terbaru ini muncul di tengah rencana digelarnya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran pada pekan ini. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Selasa bahwa pembicaraan tersebut masih sesuai jadwal.

“Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus (AS) Steve Witkoff, dan pembicaraan ini, hingga saat ini, masih dijadwalkan. Presiden Trump selalu ingin mengedepankan diplomasi terlebih dahulu, tetapi tentu saja dibutuhkan dua pihak,” kata Leavitt kepada wartawan.

Menurut sejumlah laporan, Witkoff dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat untuk membahas program nuklir Iran. Namun, Axios melaporkan pada Selasa bahwa Iran meminta perubahan lokasi dan format perundingan.

Disebutkan bahwa Teheran menginginkan pembicaraan dilakukan secara langsung, bukan dengan melibatkan pihak lain. Iran juga mendorong agar lokasi perundingan dipindahkan dari Istanbul ke Oman, meskipun sebelumnya dilaporkan bahwa perwakilan dari Turki, Mesir, dan Qatar akan ikut bergabung dalam pembicaraan tersebut.

Baca juga:  Trump Klaim Dialog AS–Iran Sedang Berlangsung Saat Ini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketika Smelter Menggilas Tambang Lokal
• 6 jam laluterkini.id
thumb
Legislator: Kasus Siswa SD di NTT Bukti Kebijakan Pendidikan Belum Berpihak Kelompok Rentan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Khofifah Buka Diklat Petugas Haji Surabaya, Jemaah Jatim Terbanyak Sepanjang Sejarah
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Billy Syahputra Ungkap Prioritas Baru Setelah Punya Anak
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Kejagung Diminta Usut Dugaan Korupsi di Bea Cukai Jakarta
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.