VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut 'mengompori' rencana perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, setelah meningkatnya ketegangan militer di perairan Timur Tengah, menyusul penembakan drone Iran oleh jet tempur AS pada Selasa, 3 Februari 2026.
Menjelang pertemuan yang diharapkan dengan para pejabat Iran digelar pada Jumat akhir pekan ini, Utusan Khusus AS Steve Witkoff bertemu dengan Netanyahu pada Selasa, 3 Februari 2026, dan merespons ketegangan di Laut Arab.
Kantor Perdana Menteri Israel itu menekankan kepada utusan khusus Trump bahwa "Iran telah berulang kali membuktikan bahwa mereka tidak dapat dipercaya untuk menepati janjinya,"
Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu didampingi kepala-kepala dinas keamanan Israel, kata Kantor Perdana Menteri kepada The Times of Israel. Dua pejabat Israel mengkonfirmasi bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala badan intelijen Israel David Barnea, Menteri Pertahanan Israel Katz, dan komandan IDF Eyal Zamir.
Rencana perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya ketegangan militer di perairan Timur Tengah, menyusul penembakan drone Iran oleh jet tempur AS pada Selasa.
Meski insiden terjadi di laut lepas, Washington menegaskan agenda perundingan tetap berjalan. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa utusan AS Steve Witkoff masih diharapkan "untuk melakukan pembicaraan dengan Iran akhir pekan ini", menandakan jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Ketegangan meningkat ketika sebuah jet tempur F-35C dari kapal induk Abraham Lincoln menembak jatuh pesawat tak berawak Iran yang mendekat. "Sebuah jet tempur F-35C dari kapal induk Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran sebagai tindakan membela diri," kata juru bicara Komando Pusat, Kapten Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan.
Insiden tersebut menjadi bentrokan kedua dalam sehari, setelah pasukan Iran dilaporkan mencoba menahan kapal tanker berbendera Amerika Serikat di Selat Hormuz. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa eskalasi militer dapat mengganggu rencana negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Sebelumnya, Washington dan Teheran sepakat membuka kembali jalur dialog setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran memperingatkan akan membalas jika ancaman tersebut diwujudkan, termasuk dengan menyerang kapal dan pangkalan AS di kawasan.




