Grid.ID - Penyanyi dan aktris senior Ayu Laksmi membagikan pandangannya tentang karakter anak muda di zaman sekarang. Ia melihat adanya perubahan sikap dan pola pikir yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut Ayu Laksmi, anak muda masa kini lebih menunjukkan keberanian dalam menyampaikan pendapat. Hal ini berbeda dengan pengalaman masa mudanya ketika relasi antara anak dan orang tua cenderung satu arah.
“Anak muda saat ini yang saya lihat mereka itu sangat kritis ya. Beda seperti zaman kita dulu, sebagai anak muda berhadapan dengan orang tua dan orang tua berhadapan dengan anak muda. Boleh dikatakan kalau saya muda dulu kayaknya anak-anak itu kan people pleaser,” ujarnya saat berada di Plaza Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, anak-anak lebih terbiasa mengikuti kemauan orang tua tanpa banyak bertanya. Sikap patuh tersebut sudah tertanam secara turun-temurun dalam keluarga.
“Dulu enggak berani menentang apa titah dari orang tua karena begitu secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya seperti hukum kebiasaan seperti itu, enggak boleh menentang orang tua.” katanya.
Wanita kelahiran Singaraja ini juga menyinggung pandangan budaya yang melekat kuat pada generasi sebelumnya. Dalam budaya tertentu, menentang orang tua dianggap sebagai hal yang tidak pantas dan membawa konsekuensi moral.
“Kalau orang Jawa dan Bali bilang mungkin nanti tulah gitu lho. Tapi kalau sekarang mereka akan bertanya, pertanyaan atau aturan atau apapun mereka akan terus bertanya. Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan kadang-kadang,” ungkapnya.
Menurutnya, perubahan ini menunjukkan adanya pola komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua. Anak muda kini tidak hanya menerima aturan, tetapi juga ingin memahami alasan di baliknya.
Kondisi tersebut membuat peran orang tua menjadi semakin menantang. Orang tua dituntut untuk mampu menjawab pertanyaan kritis dari anak-anak mereka.
“Orang tua harus siap untuk memperbanyak wawasannya untuk pertanyaan-pertanyaan yang dahulu mungkin tidak dipertanyakan oleh anak-anak muda. Karena sekarang kan ada internet, mereka bisa mencari perbandingan melalui teknologi ya dengan adanya Google, ChatGPT atau AI,” tuturnya.
Akses informasi yang luas membuat anak muda memiliki banyak referensi dalam melihat suatu persoalan. Hal ini menjadikan posisi orang tua tidak lagi sebagai satu-satunya sumber kebenaran.
Karena itu, wanita berusia 58 tahun ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan intelektual bagi orang tua di era sekarang. Proses belajar tidak lagi hanya berlaku bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang tua.
“Jadi para orang tua yang sekarang itu harus banyak belajar, mereka juga harus membekali dirinya dengan calon-calon pertanyaan dari anak-anak muda sekarang yang enggak bisa lagi dibohongin,” tutupnya.(*)
Artikel Asli
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492015/original/084666700_1770114778-1000762126.jpg)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F01%2F23%2F57c30011-9c16-4322-ab18-a715cc879a47.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4859929/original/076559100_1718091614-IMG_20240611_131827.jpg)