Upaya pencarian terhadap Enok (43), ibu di Kampung Cijagra RT 02 RW 01, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, yang dilaporkan hilang diduga hanyut terbawa arus sungai, terus dilakukan oleh tim gabungan.
Hingga Rabu (4/2), pencarian telah diperluas hingga radius sekitar 15 kilometer dari titik kejadian perkara (TKP).
Kepala Desa Cilame, Alo Sobirin, mengatakan bahwa saat ini pencarian korban sudah menjangkau wilayah BBS dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi awal korban diduga terjatuh ke sungai.
“Pencarian sudah sampai BBS, radiusnya kurang lebih 15 kilometer dari TKP,” ujar Alo Sobirin saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).
Dalam proses pencarian tersebut, sejumlah unsur tim gabungan telah dikerahkan. Alo Sobirin menjelaskan, pencarian melibatkan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Pemadam Kebakaran, Polsek, Koramil, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur relawan dan masyarakat setempat.
“Tim yang turun itu Basarnas, BPBD, Tagana, Damkar, Polsek, Koramil, PMI juga ada, ditambah unsur relawan,” jelasnya.
Sampai 7 Hari ke DepanMenurut Alo, pencarian direncanakan akan terus dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan sesuai dengan prosedur pencarian orang hilang akibat bencana.
Apabila hingga batas waktu tersebut korban belum ditemukan, tim akan kembali melakukan penyisiran ulang dari wilayah Cihampelas menuju arah hulu hingga kembali ke lokasi kejadian awal.
“Pencarian akan dilanjutkan sampai tujuh hari. Kalau korban belum ditemukan, nanti dari Cihampelas akan disisir ulang ke atas, ke arah TKP,” katanya.
Terkendala CuacaProses pencarian sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca. Alo Sobirin mengungkapkan, pada Rabu siang pencarian dihentikan sementara karena hujan deras disertai angin kencang di sekitar Jembatan Batujajar, salah satu titik penyisiran.
“Cuaca di Jembatan Batujajar hujan besar dan angin, jadi pencarian dihentikan sementara,” ungkapnya.
Meski dihentikan sementara, Alo memastikan bahwa pencarian akan kembali dilanjutkan setelah kondisi cuaca memungkinkan. Pemerintah desa bersama tim gabungan terus berkoordinasi untuk memastikan pencarian berjalan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Enok dilaporkan hilang sejak Senin (2/2) sekitar pukul 16.00 WIB setelah diduga terjatuh ke sungai akibat struktur kamar mandi rumahnya ambles. Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran ke arah hilir sungai.





