Pada Senin (2 Februari), Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Amerika Serikat dan India telah mencapai kesepakatan perdagangan besar. Kedua negara akan saling menurunkan tarif, dan India juga setuju menghentikan pembelian minyak Rusia, serta beralih membeli produk dari Amerika Serikat.
EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pada pagi hari ia telah berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, membahas perdagangan, energi, serta cara mendorong berakhirnya perang Rusia–Ukraina. Modi menyetujui bahwa ke depannya India akan membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat dan Venezuela, dan tidak lagi mengimpor dari Rusia. Trump menambahkan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga dapat mempercepat berakhirnya perang Rusia–Ukraina.
Kesepakatan perdagangan ini langsung berlaku. Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat akan menurunkan tarif terhadap India dari 25% menjadi 18%. Sementara itu, India berkomitmen untuk menghapus seluruh tarif dan hambatan non-tarif terhadap produk Amerika Serikat.
Kesepakatan yang lebih besar lagi adalah komitmen India untuk membeli produk Amerika Serikat senilai total 500 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan, mencakup sektor energi, produk pertanian, teknologi, batu bara, dan lainnya, serta akan semakin memperluas kebijakan “membeli produk Amerika”.
Trump memuji Modi sebagai “pemimpin yang kuat dan dihormati”, serta menyebutnya sebagai “salah satu sahabat terbaiknya”. Ia mengatakan:
“Saya dan Modi adalah orang-orang yang bisa menyelesaikan sesuatu. Kebanyakan orang tidak bisa.”
Modi juga menanggapi melalui platform X, mengatakan bahwa ia senang berbicara dengan “sahabat terkasih, Trump”, dan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas penurunan tarif menjadi 18%. Ia menyebut hal ini sebagai kabar baik bagi 1,4 miliar rakyat India, serta menekankan bahwa kepemimpinan Trump sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas global.
Modi juga menyatakan harapannya untuk mengangkat hubungan kedua negara ke tingkat baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perlu diketahui, pada Agustus tahun lalu, Trump sempat memberlakukan tambahan tarif hukuman sebesar 25% terhadap India karena negara itu membeli minyak Rusia, sehingga total tarif mencapai 50%. Kini, tambahan tarif tersebut telah disetujui untuk dicabut oleh Amerika Serikat.
Menurut laporan Bloomberg, seorang pejabat India mengkonfirmasi komitmen pembelian tersebut, yang mencakup pesawat terbang, teknologi, logam mulia, energi, dan berbagai sektor lainnya. Kerja sama kedua negara dinilai berlangsung secara menyeluruh.
Liu Mingxiang





