Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Tebing setinggi sekitar 10 meter longsor dan menimpa rumah warga di Blok Cicariang, Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Longsoran tanah mengakibatkan bagian dapur rumah milik Rosidi mengalami kerusakan berat. Material longsor menjebol tembok bagian belakang rumah dan menimbun sebagian bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Rosidi menuturkan, peristiwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras masih berlangsung. Saat kejadian, dirinya baru saja pulang berjualan, sementara sang istri berada di rumah.
“Kemarin hujannya besar sekali. Saya baru pulang jualan, istri sedang di rumah. Tiba-tiba terdengar suara tanah ambruk, istri saya menjerit. Setelah saya cek ke belakang, tembok dapur sudah jebol tertimpa tanah,” ujar Rosidi.
Saat kejadian, Rosidi diketahui tengah melaksanakan salat Asar di area belakang rumah, sehingga terhindar dari material longsoran yang jatuh tepat di lokasi tersebut.
Pemerintah Desa Gumulung Tonggoh bersama warga setempat langsung melakukan penanganan darurat dengan membangun penahan tebing sementara guna mencegah longsor susulan. Korban terdampak saat ini mengungsi ke rumah sanak saudara karena kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk ditempati.
Kuwu Desa Gumulung Tonggoh, Agus Saefudin, mengatakan hujan deras yang terjadi sejak siang hari menjadi pemicu utama longsor di wilayah tersebut.
“Sejak kemarin hujan deras, dan mengakibatkan satu rumah warga terdampak longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat dan keselamatan warga,” ujar Agus.
Pemerintah desa berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk perbaikan rumah warga yang rusak serta penanganan permanen tebing rawan longsor, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Kabupaten Cirebon.
Editor: Redaksi TVRINews





