Siswa SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Negara Lebih Pilih Sumbang Rp17 T ke Donal Trump!

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Akademisi Rocky Gerung sindir kegagalan pemerintah atas kasus Siswa SD di Ngada, NTT, yang memilih bunuh diri karena tak mampu membeli buku seharga Rp10 Ribu

Diketahui, peristiwa pilu ini dialami siswa kelas IV SD di Ngada, NTT berinisial YBS (10) yang bunuh diri karena orang tua tidak mampu membelikan buku dan pena.

Dalam sebuah acara kuliah di UGM bertema Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer, Gerakan Sosial, Rocky menyebut negara gagal menjalankan Republikanisme.

Di sesi awal kuliah, Rocky tersentak mendengar kabar anak SD memilih mengakhiri hidup demi tak menyusahkan sang ibu. 

“Saya tadi baca berita di NTT, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri, saya pakai kata memilih, untuk menyelamatkan hidup ibunya. Dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak punya uang lalu, dia memilih untuk bunuh diri. Satu tindakan republikanisme,” katanya dikutip Disway.id dari Youtube Department of Politcs and Government - Universitas Gadjah Mada, Rabu, 3 Januari 2026. 

Rocky lantas menyinggung keseriusan negara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Hal itu berbanding terbalik dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang rela menggelontorkan Rp17 triliun untuk mendukung Board of Peace besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Rocky, perbuatan anak SD itu rasional. Sebab, rakyat kecil seringkali dihadapkan situasi sulit yang luput dari perhatian negara. 

“Anak 10 tahun bisa memilih bunuh diri dan menulis surat kepada ibunya, ibu saya pergi dulu, ibu tidak perlu bersedih. Harga buku itu berapa? 10 Ribu. 10 ribu itu berapa per mil dari Rp17 triliun yang disumbangkan Prabowo kepada Donald Trump,” singgungnya

Rocky lantas menyindir kepekaan Prabowo dan etos kerja Republik. Sehingga, lanjut Rocky, apa yang dilakukan YBS di NTT merupakan tindakan rasional meski harus merelakan nyawanya. 

“Apakah prabowo punya etos republikanisme atau anak 10 tahun yang memilih secara rasional untuk bunuh diri itu tindakan rasional yang sangat dewasa walaupun dengan konsekuensi yang secara psikologis kita perlu periksa,” ucapnya

Ironi di Negara Republik

Rocky menilai peristiwa YBS di Ngada mengindikasikan ada yang tak beres dalam urusan Republik.

“Tapi dia memilih untuk dia mau pergi, tanpa ragu dia putuskan hidup saya harus saya hentikan supaya hidup ibu saya berlanjut, supaya hidup lima adiknya berlanjut, supaya hidup kecamatan itu berlanjut, supaya hidup kabupaten di NTT berlanjut. Supaya publik mengerti bahwa ada yang enggak beres dengan urusan Republik,” tegasnya.

Untuk diketahui, YBS Asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas bunuh diri dengan meninggalkan secarik kertas. Usut punya usut, YBS memilih mengakhiri hidupnya karena ketidakmampuan sang Ibu membelikan buku tulis dan pena atau pulpen.

Hal ini lantas menyita perhatian publik dan kecaman masyarakat. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat
• 8 jam lalutheasianparent.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu-Wamenlu ke Istana, Ada Apa?
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Wamenperin Tegaskan Thrifting Ilegal Rugikan Pasar dan Hantam Industri Tekstil Nasional
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Komisi IV DPR Minta Perbanyak Titik Gerakan Pangan Murah di Daerah Bencana
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kenali Perbedaan Cara Kerja Aki Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.