Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi ajukan ide hunian vertikal ramai jadi perbincangan publik. Hal itu pun diduga diajukan sang Gubernur Jawa Barat itu untuk mengatasi banjir.
Seperti yang diketahui saat ini Dedi tengah mengevaluasi tata ruang. Terutama di wilayah bekasi yang diduga sudah mengalami peralihan fungsi lahan yang akhirnya membuat banjir.
Sebelumnya, area di kawasan Bekasi masih banyak memiliki sawah dan rawa. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berubah menjadi kompleks perumahan.
Padahal, hal itu selama ini difungsikan sebagai kawasan untuk resapan air. Alhasil Dedi Mulyadi mencoba untuk mencari solusi.
Dan sebelum Dedi Mulyadi ajukan ide hunian vertikal, sang gubenur Jabar itu telah membuat surat edaran untuk meminta penghentian pembangunan pemukiman di daerah yang dilarang.
"Saya terus mencari solusi untuk banjir di Bekasi. Satu, membuat surat edaran agar seluruh perumahan pemukiman yang dibangun di area yang terlarang itu dihentikan," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga mencoba mencari solusi-solusi lain, salah satunya mengubah tata ruang di tingkat Kabupaten/Kota. Dimana nantinya ruang-ruang tersebut dikembalikan ke fungsi sebelumnya.
"Yang kedua, agar pemerintah kabupaten dan kota melakukan perubahan tata ruang, termasuk pemerintahan Provinsi," imbuh Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi sedang mencoba pula solusi seperti pembenahan tata ruang. Yakni dengan membangun danau.
Dimana hal itu bisa dijadikan tempat untuk menampung limpahan air saat curah hujan tinggi. Bahkan Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan masalah tersebut.
"Yang ketiga, saya sudah bertemu dengan menteri PU untuk melakukan percepatan pembangunan danau Cibeet. Ini juga solusi dan baru selesai 2028," beber Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Janjikan Tiga Ribu Lapangan Pekerjaan untuk Anak SMK Magang, Akui Sudah Gaet 2 Perusahaan Besar Ini
Dan terakhir, Dedi Mulyadi ajukan ide hunian vertikal yang difokuskan untuk wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi. Yakni seperti Depok, Bekasi, Bogor, hingga Bandung Raya.
Dimana hal itu dianggap Dedi jadi satu-satunya solusi yang bisa dijalankan untuk mengatasi masalah banjir.
"Karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," tandas Dedi Mulyadi dikutip dari TribunJabar.id. (*)
Artikel Asli




