Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Surabaya menilai hal ini keteledoran semua pihak.
"Sorotan Presiden terhadap Rumah Radio Bung Tomo kita anggap sebagai perhatian dan kesadaran beliau yang sangat tinggi terhadap sejarah Indonesia. Radio Bung Tomo kan menjadi bagian dari sejarah Indonesia, bukan hanya sejarah Kota Surabaya," ujar Sekretaris TACB Surabaya, Prof Purnawan Basundoro saat dikonfirmasi, seperti dilansir detikJatim, Rabu (4/2/2026).
Ia mengenang, peristiwa pembongkaran Rumah Radio Bung Tomo pada 2016 menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Menurutnya, hilangnya cagar budaya tersebut tidak bisa dilepaskan dari kelalaian bersama.
"Kasus Rumah Radio Bung Tomo yang dirobohkan tahun 2016 bisa dikatakan merupakan keteledoran semua pihak di Kota Surabaya, sehingga bangunan cagar budaya yang sangat penting bisa dihancurkan untuk kepentingan bisnis," kata Purnawan.
Sebelumnya diketahui bahwa Prabowo mempertanyakan keberadaan stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) atau Rumah Radio yang digunakan bung Tomo saat pertempuran 10 November di Surabaya. Hal itu dia sampaikan dalam rapat koordinasi dengan kepala daerah, Senin (2/2).
"Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo pada pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa sudah menjadi pabrik," ujar Prabowo.
Baca selengkapnya di sini
Saksikan Live DetikSore:
(idh/dhn)




