GenPI.co - Pemerintah Inggris tengah menyusun panduan mengenai waktu penggunaan layar bagi anak-anak sekaligus menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat belajar utama di sekolah.
Inggris tidak ingin anak-anak menghabiskan waktu lebih lama di depan layar daripada yang diperlukan untuk kepentingan pendidikan.
Menurut Menteri Pendidikan Inggris Bridget Phillipson, alat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) harus diperlakukan berbeda dengan penggunaan telepon seluler di sekolah.
"AI berpotensi membawa lompatan terbesar dalam pembelajaran selama berabad-abad," katanya, dilansir PA Media, Selasa (3/1).
Meski demikian, dia menyebut pentingnya standar ketat bagi perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI untuk dunia pendidikan.
"Perdebatan mengenai penggunaan layar oleh anak-anak tengah berlangsung secara global," ucapnya.
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah mengumumkan konsultasi nasional terkait kesejahteraan anak di dunia maya.
Langkah tersebut menyusul seruan sejumlah anggota parlemen lintas partai untuk memberlakukan larangan media sosial ala Australia bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Inggris akan mempertimbangkan pembatasan fitur-fitur yang membuat ketagihan, larangan akses media sosial bagi anak-anak, dan penerapan sistem pengecekan usia yang lebih baik.
"Kita semua tahu bahwa telepon seluler tidak memiliki tempat di sekolah, tetapi alat pembelajaran AI berbeda," tuturnya.
Pemerintah juga berencana menerbitkan panduan waktu penggunaan layar bagi anak di bawah usia lima tahun pada April mendatang dan mengembangkan panduan serupa untuk remaja.
Phillipson menyebut lebih dari 1.000 sekolah dan perguruan tinggi akan direkrut untuk menguji teknologi pendidikan baru serta mengukur dampaknya terhadap hasil belajar siswa.
Departemen Pendidikan (DfE) akan memasukkan keterampilan digital, data, dan teknologi ke dalam pelatihan bagi guru serta staf pendukung. (*)
Lihat video seru ini:



