Peristiwa menegangkan ini terjadi di Quindalup, Australia Barat, saat seorang ibu dan dua anaknya bermain paddle board. Tanpa diduga, angin kencang mendorong papan mereka ke lepas pantai, membuat ketiganya semakin jauh dari daratan dan berada dalam situasi berbahaya.
Anak laki-laki berusia 13 tahun tersebut awalnya berusaha mendayung kembali ke pantai. Namun upayanya gagal setelah paddle board yang mereka gunakan kemasukan air. Menyadari situasi makin kritis, sang anak mengambil keputusan besar berenang menuju daratan untuk mencari pertolongan.
Ia berenang selama sekitar dua jam sambil mengenakan jaket pelampung, sebelum akhirnya melepasnya dan melanjutkan renang selama dua jam berikutnya menuju pantai untuk menyalakan alarm penyelamatan.
Sementara itu, sang ibu dan saudara perempuannya bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada paddle board, saling menjaga agar tidak terpisah.
Berkat rincian keterangan anaknya, pencarian lebih mudah ditemukan. Ketiganya ditemukan sekitar pukul 20.30 waktu setempat, setelah hanyut sejauh kurang lebih 13–14 kilometer dari lepas pantai, dan langsung dievakuasi oleh tim penyelamat.
“Tindakan bocah berusia 13 tahun patut dipuji setinggi-tingginya. Tekad dan keberanian dia pada akhirnya menyelamatkan nyawa ibu dan saudaranya,” ujar polisi setempat, dikutip dari ABC Australia.
Tak hanya sang anak yang menunjukkan keberanian luar biasa, sang ibu pun berjuang keras menjaga anak-anaknya tetap bersama di tengah ombak.
“Secara fisik dia (ibu) hanya berkata, ‘saya kesulitan, saya tidak bisa’. Tapi anak-anaknya menatap matanya, dan itu membuatnya terus berjuang dan menjaga mereka tetap bersama,” kata Bresland, perwakilan tim penyelamat.
Ketiganya kemudian ditarik keluar dari air oleh kapal penyelamat laut sukarelawan, kemudian diperiksa oleh paramedis St John WA, dan dibawa ke Rumah Sakit Busselton.
Setelah menjalani perawatan selama tujuh hari, keluarga ini kembali menemui kru penyelamat untuk mengucapkan terima kasih secara langsung.



