Sebanyak 105.842 orang masih berada di pengungsian sejak dua bulan lebih terjadinya bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana, Amran di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Rabu (4/2).
“Kemudian untuk kondisi pengungsi. Saat sekarang ini kalau dibandingkan dari data awal tanggal 2 Desember, ini penurunan signifikan ya. Dari 2.178.269 pengungsi di tanggal 2 Desember tahun 2025, saat sekarang ini tinggal 105.842 pengungsi,” ungkap Amran.
Amran mengatakan, penurunan angka masyarakat di pengungsian ini beriringan dengan pembangunan hunian tetap (huntap), hunian sementara (huntara), serta bantuan dana tunggu hunian (DTH).
“Total secara keseluruhan huntara yang direncanakan 17.128, telah selesai dibangun 5.039 Huntara atau sebesar 29,4%,” jelasnya.
Amran mengatakan, penurunan angka pengungsi di posko pengungsian karena sebagian masyarakat sudah pindah ke rumah keluarga terdekat selagi menunggu proses pembangunan huntara dan huntap.
“Ada beberapa juga pengungsi itu tidak di huntara tapi berpindah ke rumah-rumah keluarga yang ada di sekitar lokasi. Kemudian ini terkait juga dengan DTH ya, karena mendapatkan dana tunggu hunian,” jelasnya.
Selain itu, Amran juga melaporkan Satgas rehabilitasi masih melakukan sejumlah pengerjaan sarana prasarana seperti MCK dan sumur bor.
“(Sumur bor) ini dalam proses penyelesaian dan telah selesai yaitu 614 di Aceh, 40 di Sumut. Di Sumbar ada 12. Kemudian MCK, 46 selesai, 104 di Sumut selesai, di Sumbar 18 dan sudah berproses, tinggal sedikit yang masih dalam tahap pengerjaan,” tutup dia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491547/original/045247600_1770099231-Rasio_Ridho_Sani.webp)