Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan tim militer ke Nigeria, di mana pemerintahan Presiden Donald Trump secara bergantian memberikan tekanan dan membantu pemerintah Nigeria dalam memerangi kekerasan militan yang marak.
Pengerahan tim kecil militer AS ke Nigeria itu, seperti dilansir AFP, Rabu (4/2/2026), diumumkan oleh kepala Komando Afrika AS (Africom), Jenderal Dagvin Anderson.
Anderson mengatakan bahwa kedua negara telah memutuskan untuk "meningkatkan kolaborasi", setelah AS melancarkan rentetan serangan yang menargetkan para militan di Nigeria pada 25 Desember tahun lalu.
"Kami menyepakati bahwa kami perlu bekerja bersama untuk menentukan langkah selanjutnya di kawasan ini," kata Anderson dalam konferensi pers virtual pada Selasa (3/2) waktu setempat.
"Hal itu memicu peningkatan kerja sama antara negara-negara kita, termasuk tim kecil AS yang membawa beberapa kemampuan unik dari Amerika Serikat demi melengkapi apa yang telah dilakukan Nigeria selama beberapa tahun," sebutnya.
Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Anderson soal kegiatan tim militer AS yang dikerahkan ke Nigeria tersebut.
Trump sebelumnya menuduh adanya "genosida" terhadap umat Kristen di Nigeria, sebuah klaim yang ditolak oleh pemerintah Nigeria. Banyak pakar independen mengatakan bahwa krisis keamanan negara tersebut merenggut nyawa baik umat Kristen maupun Muslim, seringkali tanpa perbedaan.
(nvc/ita)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584949/original/067247000_1695365881-IMG_2798.jpeg)

