Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kanker yang menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia sebenarnya bisa disembuhkan. Hanya saja kebanyakan penderitanya enggan melakukan pemeriksaan dini.
"Kanker itu bisa disembuhkan. Sama kaya penyakit-penyakit yang lain kan? Sakit pilek, sakit batuk, sakit perut, itu kan bisa disembuhkan. Kanker itu, teknologi sekarang bisa disembuhkan. Asal, nah ini asalnya penting, deteksi dini," kata Budi dalam acara Hari Kanker Sedunia di Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
Budi menjelaskan, dengan diketahui sejak awal, kanker mungkin baru stadium 1. Sehingga peluang sembuh menjadi besar.
"Justru kalau ketahuannya cepat, kemungkinan sembuhnya besar sekali. Kalau ketahuannya telat, itu sulit sekali untuk disembuhkan," ujar Budi.
Kanker payudara, lanjut Budi, menjadi salah satu kanker yang paling mematikan di Indonesia. Ia pun mewanti para wanita untuk berani melakukan cek kesehatan. Mereka bisa memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Kita tuh butuh ada 40 juta wanita di usia di atas 30 tahun. Ini yang bisa kena kanker payudara. Kemarin yang mau skrining baru 4 juta," tuturnya.
"Ke rumah sakit 400 ribu, ketemu 1.700. Orang ini kemungkinan besar di-treatment bisa selamat. Nah, tapi masalahnya dari 40 juta baru 4 juta yang berani. Karena orang-orang perempuan tuh suka takut, denial, merasa 'aduh nanti malah ketahuan malah gimana'" tambahnya.
Maka itu ia meminta masyarakat tidak lagi khawatir untuk melakukan skrining. Sebab dengan begitu justru dapat mempercepat penyembuhan.
"Jadi tolong dibantu agar 40 juta wanita di atas 30 ini, ya kalau bisa 38 juta mau ke Puskesmas di-skrining kanker payudara," pungkasnya.


