RI Percepat Ekosistem Hidrogen, Siapkan 3 Tahap Ini

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. (CNBC Indonesia/Verda Nano)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen di Indonesia agar berjalan seiring dengan Strategi Hidrogen Nasional dan Rencana Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN). Langkah ini juga sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengembangan hidrogen bukan hanya instrumen dekarbonisasi, namun juga pilar transformasi ekonomi dan industrialisasi jangka panjang.

Hal ini dinilai penting terutama bagi sektor industri, transportasi, pembangkit listrik, dan sektor yang berorientasi ekspor. Ekosistem hidrogen akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong industrialisasi rendah karbon yang kompetitif di pasar global.


Baca: RI Siap Punya Pembangkit Listrik dari Sampah, Menyala di 2027

"Jadi menurut saya pada tahun ini, 2026, yang merupakan KPI saya, saya sebutkan bahwa hidrogen hijau harus tersedia di pasar hampir 200 ton per tahun. Kita harus mencapainya dan kita ingin menciptakan lebih banyak," tegas Eniya, dikutip Rabu (4/2/2026).

Rencana implementasi ekosistem hidrogen akan dilakukan secara bertahap untuk membangun kesiapan regulasi, infrastruktur, permintaan pasar, dan kemampuan domestik, sambil menjaga fleksibilitas kebijakan dan evaluasi berkala. "Implementasi dilakukan melalui tiga tahap yang terdiri dari Fase Inisiasi (2025-2034), Fase Pengembangan dan Integrasi (2035-2045), dan Fase Akselerasi serta Keberlanjutan (2045-2060)," tutur Eniya.

Menurut Eniya, kolaborasi strategis dengan Jepang, melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), disebut memainkan peran penting. Kerja sama ini menggabungkan keahlian teknologi dan pengalaman pengembangan proyek serta instrumen pembiayaan Jepang, dengan potensi energi terbarukan, skala pasar, dan prospek permintaan jangka panjang di Indonesia. Peta Jalan Kemitraan Indonesia-Jepang diharapkan menjadi katalis bagi kolaborasi industri yang lebih kuat, didukung oleh peningkatan pembiayaan publik dan mitigasi risiko tahap awal untuk mempercepat pengembangan infrastruktur hidrogen yang layak secara finansial.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: RI Siap Punya Pembangkit Listrik Dari Sampah, Menyala di 2027

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gerak Saham Fluktuatif, PBSA Berencana Buyback Rp100 Miliar 
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan “Urban District Market”, Destinasi Baru Urban Lifesyle di Kota Pahlawan
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Jadwal Ganjil Genap Jakarta Rabu 4 Februari 2026, Perhatikan Pelat Kendaraan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Fenerbahce tuding Al-Ittihad penyebab transfer Kante, En-Nesyri gagal
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
BPJS PBI Dinonaktifkan, Warga Depok Sakit Asam Lambung Tak Bisa Dirawat di RS
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.