Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kemensos sedang asesmen kasus bunuh diri siswa 10 tahun di Ngada NTT karena kesulitan beli buku tulis.
  • Menteri Sosial membuka peluang dukungan pendidikan bagi saudara kandung korban untuk kembali bersekolah.
  • Pemerintah menekankan pentingnya penguatan data masyarakat miskin akurat guna mitigasi kejadian serupa.

Suara.com - Kementerian Sosial masih lakukan asesmen terhadap keluarga YBR, anak berusia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri diduga karena tak bisa beli buku tulis dan pena. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang dukungan pendidikan terhadap saudara kandung YBR. 

“Sekarang (petugas Kemensos) ada di lapangan, lagi bicara kita sama orang tuanya dan masih berduka. Ada kakaknya yang akan kita coba untuk bisa bersekolah. Apakah di sekolah-sekolah yang dekat sana atau nanti di Sekolah Rakyat. Masih sedang asesmen di lapangan,” kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Gus Ipul menyampaikan duka atas tragedi tersebut. Ia menekankan bahwa peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya penguatan data masyarakat miskin yang akurat. Menurutnya, dengan data yang akurat, negara dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang tepat kepada keluarga prasejahtera.

“Dengan data yang akurat, semuanya bisa diberi perlindungan dan diberikan dukungan yang tepat. Jadi mudah-mudahan tidak terjadi lagi dan bisa kita mitigasi, kita bisa cegah hal-hal seperti ini ke depan,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, penguatan data menjadi dasar berbagai program perlindungan sosial, termasuk Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu, terutama kelompok rentan yang selama ini belum terjangkau bantuan. Salah satunya melalui Inpres Nomor 5/2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Jadi pelan-pelan ini datanya tunggal, kita konsolidasikan terus, kita mutakhirkan. Insya Allah makin hari akan tambah akurat. Maka itu sekolah rakyat sekali lagi ingin menjangkau keluarga-keluarga yang seperti itu. Kita harapkan ini menjadi pembelajaran buat kita semua,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut tragedi tersebut, Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp9 juta bagi keluarga korban. Santunan diberikan sebesar Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi dengan nominal Rp1,5 juta serta dukungan bantuan sandang sebesar Rp2,5 juta. 

Kedua kakak korban disebut akan diberikan bantuan dukungan belajar keterampilan dan diupayakan untuk dapat bersekolah kembali.  

Sebelumnya, siswa sekolah dasar yang meninggal bunuh diri tersebut sempat meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya. Surat itu berisi pesan perpisahan kepada sang ibu. Korban diketahui tinggal bersama nenek. Sementara itu, ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan kerja serabutan untuk menghidupi lima orang anak, termasuk korban.

Baca Juga: Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko Airlangga Beberkan Diskon Tarif Transportasi Lebaran, Tiket Pesawat Dipotong 16 Persen
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Peluang Terbuka, Kampus Negeri di Surabaya Tambah Kapasitas
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Bahar bin Smith Dipanggil Mapolres Metro Tangerang sebagai Tersangka Hari Ini Rabu 4 Februari 2026
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Sangat Tinggi, Tetapi Masih di Bawah Rp 3 Juta
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
BATC: Thalita Wiryawan Ditekuk Wakil Hong Kong dengan Skor Ketat
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.