Bisnis.com, CIREBON - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1,85 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp980 miliar atau setara 189,2% dari target.
Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Kota Cirebon Icip Suryadi mengatakan realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan investasi sebesar 88,52% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menempatkan Kota Cirebon sebagai salah satu daerah dengan persentase pertumbuhan investasi tertinggi di Jawa Barat.
“Capaian ini mencerminkan meningkatnya aktivitas penanaman modal serta kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Cirebon,” kata Icip, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan data realisasi investasi tersebut dihimpun dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan oleh pelaku usaha secara berkala. LKPM menjadi instrumen utama pemerintah dalam memotret aktivitas investasi yang berjalan secara riil dan terukur di daerah.
Menurut Icip, kedisiplinan pelaku usaha dalam melaporkan LKPM secara tepat waktu turut berkontribusi terhadap akurasi dan tingginya capaian realisasi investasi. Data LKPM tersebut terintegrasi dengan sistem perizinan nasional berbasis risiko melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
“Realisasi investasi ini bukan sekadar angka target, tetapi mencerminkan aktivitas usaha yang benar-benar berjalan,” ujarnya.
Baca Juga
- Penyusutan Lahan Sawah Jawa Barat Makin Dalam, Kabupaten Cirebon Terparah
- Inflasi Tahunan Cirebon Menguat, Tekanan Harga Energi Makin Nyata
- Lonjakan Harga Cabai Bayangi Warga Cirebon Awal Februari 2026
Icip menilai peningkatan investasi tersebut tidak terlepas dari perbaikan sistem pelayanan perizinan di Kota Cirebon yang semakin terintegrasi, transparan, dan mudah diakses. Penyederhanaan prosedur serta kepastian regulasi dinilai mampu meningkatkan minat pelaku usaha untuk menanamkan modalnya.
Selain faktor pelayanan perizinan, kebijakan dan program pemerintah daerah juga disebut mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur perekonomian daerah,” kata Icip.
Ia menambahkan realisasi investasi yang tinggi dapat menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan meningkatnya aktivitas usaha, pemerintah berharap terjadi efek berganda terhadap sektor lain, termasuk perdagangan, jasa, dan industri pendukung.
Pemerintah Kota Cirebon, lanjut Icip, akan terus menjaga momentum pertumbuhan investasi dengan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta memastikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Upaya tersebut dilakukan agar investasi yang masuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan merata di berbagai sektor.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan iklim investasi tetap kondusif,” ujarnya.
Ia optimistis capaian investasi 2025 dapat menjadi pijakan untuk kebijakan ekonomi daerah yang lebih terarah. Pemerintah daerah juga berharap pertumbuhan investasi dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan capaian ini, semoga Kota Cirebon dapat terus berkembang dan mampu menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih baik,” kata Icip.





