Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menpar Widyanti menepis isu penurunan kunjungan wisatawan Bali saat Raker Komisi VII DPR RI pada Rabu (4/2/2026).
  • Data Januari-November 2025 menunjukkan Bali menerima 12,2 juta kunjungan berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD).
  • Lombok Gili Tramena mencatat kunjungan tertinggi di antara sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) nasional.

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana secara tegas menepis isu yang menyebutkan bahwa Bali mengalami penurunan kunjungan wisatawan atau sepi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).

Dalam penjelasannya di hadapan Komisi VII, Widiyanti memaparkan data statistik terbaru yang dihimpun melalui metode Mobile Positioning Data (MPD), yakni sistem pelacakan berbasis sinyal telepon seluler.

"Selanjutnya, statistik untuk destinasi pariwisata prioritas untuk menjawab pertanyaan Ibu Evita Nursanti. Kami baru dapat sampaikan sekarang karena data ini masih dalam pengolahan oleh BPS dalam hasil kerja tim Rescue bersama Bappenas dan Kemenpar. Data yang telah terbit adalah data Januari hingga November 2025 menggunakan metode Mobile Positioning Data atau MPD yang adalah metode berbasis sinyal telepon seluler di dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas," ujar Widiyanti.

Ia menekankan bahwa berdasarkan data resmi tersebut, Bali masih menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dengan angka kunjungan yang sangat fantastis sepanjang tahun 2025.

"Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025," tegasnya mematahkan anggapan yang beredar.

Selain Bali, Menpar juga menyoroti performa 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Dari sepuluh titik tersebut, kawasan Lombok Gili Tramena di Nusa Tenggara Barat mencatatkan angka kunjungan tertinggi.

Widyanti tidak menampik bahwa Bali dan dua destinasi regeneratif lainnya masih mendominasi statistik nasional karena faktor popularitas dan infrastruktur yang lebih mapan dibandingkan wilayah lain.

"Memang apabila kita lihat kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas karena memang ketiga destinasi ini adalah yang paling dikenal sekaligus memiliki konektivitas yang paling baik sehingga pintu masuk wisatawan memang utamanya dari ketiga destinasi ini," jelasnya.

Baca Juga: Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Kendati begitu, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen untuk melakukan pemerataan agar wisatawan tidak hanya menumpuk di satu titik saja.

Menurutnya, strategi mendorong pergerakan wisatawan ke destinasi-destinasi baru di luar Bali kini mulai menunjukkan tren yang menggembirakan.

"Namun upaya kami semua untuk mendorong persebaran wisatawan ke daerah lain juga mulai menunjukkan hasil yang membaik," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rekor Pertemuan Indonesia vs Jepang Jelang Semifinal Piala Asia Futsal 2026
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
BYD Seal atau XPeng P7, Mana EV Sedan Terbaik?
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lebih Dari 7.000 Perceraian di Bandung, Sebagian Besar Gugatan Dilayangkan Istri
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Viral Rekayasa BAP Polsek Cilandak, 2 Penyidik Belum Dinonaktifkan
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
BMKG: Tiga bibit siklon tropis tingkatkan potensi cuaca signifikan
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.