BEI Perketat Syarat IPO dan Listing, Cegah Lahirnya Saham Gorengan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperketat persyaratan bagi perusahaan yang ingin melantai di pasar modal atau initial public offering (IPO).

BEI Perketat Syarat IPO dan Listing, Cegah Lahirnya Saham Gorengan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperketat persyaratan bagi perusahaan yang ingin melantai di pasar modal atau initial public offering (IPO). Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas emiten sekaligus mencegah munculnya saham-saham spekulatif atau saham gorengan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pengetatan dilakukan dengan meningkatkan standar seleksi sejak tahap awal pencatatan saham, mulai dari aspek keuangan, tata kelola, hingga prospek pertumbuhan bisnis.

Baca Juga:
Bareskrim Temukan Dugaan Manipulasi IPO PIPA, Ini Respons BEI  

"Kami menunjukkan upaya untuk meningkatkan kualitas, pertama mengenai persyaratan untuk bisa masuk ibaratnya kita naikkan kualitas untuk masuk, menjadi calon siswa masuk ke lembaga pendidikan, apa yang kita tingkatnya, financial test atau persyaratan keuangannya," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Selain aspek keuangan, BEI juga menaruh perhatian besar pada tata kelola perusahaan (governance), model bisnis, serta peluang pertumbuhan (growth opportunity) emiten. Seluruh aspek tersebut telah dimuat dalam rancangan ketentuan terbaru BEI.

Baca Juga:
Demutualisasi BEI Berpotensi Tarik Investor Asing Jadi Pemegang Saham

Nyoman menjelaskan, pengetatan ini juga dilakukan melalui restrukturisasi standar pada papan pencatatan. BEI akan menaikkan persyaratan papan akselerasi ke level papan pengembangan, sementara persyaratan papan pengembangan akan ditingkatkan setara dengan papan utama.

Baca Juga:
Dirut BEI yang Baru Ditetapkan Juni 2026

"Yang sebelumnya ada papan akselerasi, pengembangan, dan utama, sekarang kita naikkan kelas. Persyaratan finansial papan akselerasi kita naikkan ke tahapan pengembangan, dan pengembangan naik ke papan utama," kata dia.

Dengan peningkatan standar tersebut, BEI berharap perusahaan yang masuk bursa ke depan benar-benar memiliki skala usaha yang memadai serta kualitas keuangan dan operasional yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Baca Juga:
Profil Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Direktur Utama BEI

"Jadi itu yang kita harapkan nanti, yang masuk memang yang sizeable, dengan kualitas keuangan dan operasionalnya jauh lebih tinggi dari sebelumnya," kata Nyoman.

Dari sisi tata kelola, BEI juga akan mewajibkan jajaran direksi dan dewan komisaris atau Board of Directors dan Board of Commissioners perusahaan yang baru tercatat memiliki sertifikasi atau menempuh pendidikan yang memadai terkait Good Corporate Governance (GCG) dan Undang-Undang Pasar Modal.

Tak hanya itu, BEI juga akan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi manajemen perusahaan tercatat. Sementara untuk menyusun laporan keuangan (preparer), BEI berencana mewajibkan kepemilikan sertifikasi profesi chartered accountant.

"Saat ini belum ada ketentuan harus punya sertifikasi, kita akan wajibkan memiliki chartered accountancy," ujar Nyoman.

Dia juga menegaskan, langkah pengetatan ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia serta melindungi investor dari emiten berfundamental lemah yang berpotensi menjadi saham gorengan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Negara Lebih Pilih Sumbang Rp17 T ke Donald Trump!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Kemkomdigi Evaluasi Internal Keamanan Data Pelamar Usai Sorotan Publik Rekrutmen PJLP
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Serahkan DIM Revisi UU P2SK ke DPR untuk Dibahas Panja
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Permudah Akses Pendidikan, UNIFA Kenalkan Program RPL kepada ASN Pattallassang
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Diminta Iran, AS Setuju Lokasi Perundingan Dipindah dari Turki ke Oman
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.