Siswa di NTT Bunuh DIri, Psikolog Sorot Dampak Ekonomi pada Psikologis Anak

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi anak dalam kondisi psikologis tidak baik. Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan menjelaskan dampak faktor ekonomi pada psikologis anak. (Sumber: Envato/bialasiewicz)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang anak di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan menjelaskan dampak faktor ekonomi pada psikologis anak. 

"Faktor ekonomi juga salah satu yang membuat anak itu menjadi merasakan ketidakbahagiaan, ketidaksejahteraan," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Rabu (4/2/2026).

Ia mengungkap kadang-kadang anak juga bisa membandingkan kondisi dirinya dengan anak lain.

"Kok saya seperti ini, kok anak lain tidak," ujarnya mencontohkan.

Oleh karena itu, Sani menjelaskan bagaimana kemiskinan bisa memengaruhi kondisi psikologis anak. 

"Sebenarnya kemiskinan itu membuat seorang anak juga menjadi terpuruk secara perasaan, demotivasi, merasa putus asa," ucapnya. 

Terlebih, kata dia, keluarga dalam kondisi kemiskinan terkadang kurang berdialog karena memprioritaskan bagaimana memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu. 

Baca Juga: Mensos Buka Suara Soal Kasus Anak di NTT Bunuh Diri Diduga Tak Mampu Beli Buku & Pena

Maka dari itu, Sani memandang kasus anak mengakhiri hidup diduga karena tidak mampu membeli buku dan pena tidak lepas dari tanggung jawab pemerintah atau negara. 

"Kalau kita ngomong kemiskinan, berarti bukan masyarakat saja yang bertanggung jawab, tapi juga pemerintah juga ikut harus bagaimana memberaskan kemiskinan," katanya. 

Ia mengatakan, kemiskinan harus ditangani pemerintah sehingga anak yang mestinya menjadi generasi penerus bangsa tidak menjadi korban karena kemiskinan yang tidak terberantas, hingga akhirnya menimbulkan korban pada anak.

Sani menekankan, anak merupakan tanggung jawab negara ketika orang tua juga tidak mampu dalam hal ekonomi, yang mana dalam hal ini pihak yang terdekat adalah pemerintah desa. 

"Memang perlunya bagaimana pemerintah desa menggalakkan lagi mungkin pundi-pundi sumbangan yang bisa membantu, paling tidak memberantas kelaparan misalnya, atau bagaimana juga masyarakat setempat diberdayakan juga untuk bisa berempati," ujarnya. 

Ia mengatakan, pemerintah desa bisa mengupayakan bantuan agar tidak ada anak yang kelaparan, kemudian mengalami trauma. 

"Sebenarnya kekurangan atau masalahnya ini bisa mudah sekali diselesaikan apabila ada yang namanya social awareness, ada empati, ada rasa tanggung jawab sosial," kata Sani. 

Baca Juga: Mendikdasmen Buka Suara soal Siswa SD di NTT Diduga Bunuh Diri, Sebut Bakal Selidiki

Ia menuturkan bahwa peran sekolah juga sangat penting, misalnya dengan memetakan anak-anak yang kurang mampu.

"Dan bagaimana juga anak diberikan semacam keyakinan bahwa kalau dia tidak mampu, dia bisa berbicara dengan guru, dengan mungkin konselor, dan bagaimana juga bisa saling membantu sehingga tidak ada anak yang merasa sendiri," imbuhnya. 

Sani mengimbau orang tua harus bisa memvalidasi perasaan anak agar regulasi emosi anak menjadi sehat dan tidak melakukan tindakan yang tidak semestinya. 

"Kadang-kadang perasaan anak itu diabaikan saja, orang tua tidak peka," katanya. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Fadhilah

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, Antara

Tag
  • anak bunuh diri
  • siswa bunuh diri
  • siswa NTT bunuh diri
  • psikolog anak
  • bunuh diri
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur Luthfi Canangkan Wilayah Solo Raya Jadi Aglomerasi Ekonomi di Jateng
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prof Chryshnanda: Reformasi Sesuatu yang Biasa, Itu Upaya Perbaikan di Polri
• 2 jam laludetik.com
thumb
Bareskrim Polri Geledah PT Shinhan Sekuritas Terkait Pasar Modal, Ini Kronologinya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis Film Ahlan Singapore: Rebecca Klopper dan Kiesha Alvaro Terjebak Dilema Cinta di Negeri Singa
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
• 10 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.