Sejumlah daerah terdampak bencana banjir dan longsor Sumatera telah berangsur normal. Namun, Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana Sumatera mengungkapkan ada 10 daerah yang perlu atensi khusus.
“Tinggal 10 daerah kabupaten/kota di tiga provinsi ini yang perlu atensi khusus,” ujar Juru Bicara Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana, Amran di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Rabu (4/2).
Bencana Sumetera terjadi pada November 2025. Terdapat tiga provinsi yang terdampak yakni Sumut, Sumbar, dan Aceh.
Adapun 10 daerah yang masih perlu atensi khusus terbagi di tiga provinsi terebut. Di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Bireuen, kemudian Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Pidie Jaya.
Sedangkan di Provinsi Sumut, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Kemudian di Provinsi Sumbar, yakni Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
Amran mengatakan, daerah yang memerlukan atensi itu karena masih ada indikator-indikator yang belum memenuhi syarat menuju normal. Contohnya kondisi perekonomian maupun jalannya pemerintahan daerah.
“Dari tiga provinsi, secara fungsional telah berjalan. Pasar di Aceh yang terdampak adalah 465, kemudian di Sumut 57, dan di Sumbar 31," ujarnya.
Sementara untuk daerah yang telah normal, Amran merinci ada 27 kabupaten/kota dari tiga provinsi yang telah normal. Sementara yang mendekati normal terdapat 15 kabupaten/kota.
"Mendekati normal ini indikator dilihat itu hampir semuanya sudah berfungsi berjalan," ujarnya.




