EtIndonesia. Pada hari Selasa, militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan mencegah penangkapan kapal dagang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Insiden tersebut terjadi di perairan Laut Arab dan Selat Hormuz, hal ini dinyatakan dalam komentar kepada Fox News oleh Kapten Tim Hawkins, perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM).
Penembakan Shahed-139 di Dekat Kapal Induk
Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) berada di Laut Arab sekitar 500 mil lepas pantai selatan Iran ketika sebuah UAV Shahed-139 Iran mulai bermanuver agresif menuju kapal tersebut.
Menurut CENTCOM, drone tersebut terus mendekat dengan niat yang tidak jelas, meskipun pasukan AS telah mengambil langkah-langkah de-eskalasi.
“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata Hawkins.
Tidak ada personel militer AS yang terluka, dan tidak ada peralatan yang rusak akibat insiden tersebut.
Upaya penyitaan kapal tanker di Selat Hormuz
Beberapa jam setelah insiden pertama, pasukan IRGC mulai mengejar kapal tanker berbendera AS dengan awak Amerika. Kapal tanker M/V Stena Imperative secara sah melintasi jalur laut internasional di Selat Hormuz.
“Dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam untuk naik dan menyita kapal tanker tersebut,” kata seorang perwakilan CENTCOM.
Kapal perusak USS McFaul (DDG 74) segera datang membantu kapal tanker tersebut, didukung oleh perlindungan udara Angkatan Udara AS. Intervensi militer tersebut meredakan situasi, dan kapal tersebut terus berlayar dengan aman.
Eskalasi Ketegangan antara AS dan Iran
Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden AS, Donald Trump diduga telah memerintahkan pengembangan opsi untuk serangan cepat terhadap Iran.
Menurut para jurnalis, pemerintahan AS sedang mempertimbangkan skenario serangan udara terhadap target pemerintah Iran dan IRGC untuk memaksa rezim tersebut membuat konsesi terkait program nuklirnya dan membebaskan para pembangkang.
Tujuan Washington adalah untuk menimbulkan kerusakan signifikan tanpa menyeret AS ke dalam perang yang berkepanjangan.
Sebuah kelompok angkatan laut yang kuat saat ini berada di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam menyusul penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah di Teheran awal bulan ini. (yn)




