Penulis Skenario Nominasi Oscar, It Was Just an Accident, Ditangkap di Iran

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sineas Mehdi Mahmoudian, salah satu penulis skenario film It Was Just an Accident yang masuk nominasi Oscar, ditangkap oleh pihak berwenang di Teheran, Iran, belum lama ini.

Mahmoudian ditangkap beberapa minggu sebelum malam penghargaan Oscar pada pertengahan Maret mendatang. Ia ditangkap usai menandatangani pernyataan sikap bersama rekan-rekannya.

Pernyataan itu mengutuk pertumpahan darah yang baru-baru ini terjadi di Iran. Dalam pernyataan tersebut, mereka mengecam Ali Khamenei.

"Tanggung jawab atas kekejaman ini terletak pada Ali Khamenei, pemimpin Republik Islam, dan struktur rezim yang menindas," bunyi pernyataan itu dilansir The Guardian.

Selain Mahmoudian, dua lainnya yang ikut menandatangani surat tersebut, Vida Rabbani dan Abdullah Momeni, juga ditangkap. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai tuduhan apa yang dijatuhkan kepada mereka.

Film Tentang Penjara dan Balas Dendam

Ironisnya, film yang ditulis Mahmoudian, It Was Just an Accident, bercerita tentang sekelompok mantan tahanan politik di Iran yang bimbang apakah harus membalas dendam kepada pria yang menyiksa mereka di penjara.

Film ini sangat sukses. Selain memenangkan penghargaan tertinggi Palme d’Or di Festival Film Cannes 2025, film ini dijagokan menang dalam kategori Film Internasional Terbaik dan Skenario Terbaik di ajang Oscar pada 15 Maret mendatang.

It Was Just An Accident menjadi film debut sutradara Jafar Panahi sejak dibebaskan dari penjara Iran atas tuduhan propaganda melawan rezim.

Mehdi Mahmoudian mengenal Jafar Panahi saat mereka sama-sama berada di dalam penjara. Panahi memuji sosok Mahmoudian sebagai orang yang baik.

"Sikap yang tenang, perilaku yang baik, dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain," ungkap Panahi.

Panahi juga menceritakan Mahmoudian sering membantu sesama tahanan.

"Setiap kali ada tahanan baru yang tiba, Mehdi berusaha menyediakan kebutuhan dasar bagi mereka dan, yang lebih penting, memberikan ketenangan," tutur Panahi.

Penangkapan Mahmoudian terjadi di tengah situasi Iran yang sedang memanas. Protes meletus sejak akhir Desember karena krisis ekonomi yang parah.

Pemerintah Iran memutus akses internet dan melakukan tindakan keras terhadap demonstran. Data resmi pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 3.117 orang.

Namun, jaringan tenaga medis di dalam dan luar negeri memperkirakan angka yang jauh lebih mengerikan. Mereka menduga jumlah korban tewas sebenarnya bisa mencapai lebih dari 30.000 orang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Asia Futsal 2026: Kalahkan Vietnam, Indonesia ke Semifinal
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Perdana Menteri Greenland Kecam Amerika Serikat Atas Upaya Akuisisi Wilayahnya
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Gol Troy Parrott antar AZ ke semifinal Piala Belanda
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Tak Bakal Pandang Bulu Tertibkan Atribut Parpol yang Melanggar Izin
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Israel Kembali Serang Palestina, Menlu Sebut BoP Belum Bisa Ambil Langkah Konkret
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.