UMKM Dibina BSN Capai 2.575 Unit, Sertifikasi SNI Dinilai Krusial Tingkatkan Daya Saing

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Standardisasi Nasional telah melakukan pembinaan terhadap 2.575 usaha mikro kecil dan menengah guna meningkatkan daya saing agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pembinaan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala BSN Y Kristianto Widiwardono di Jakarta pada Rabu 4 Februari 2026.

Kristianto mengatakan pembinaan dilakukan melalui penerapan Standar Nasional Indonesia dengan dukungan Kementerian Sekretariat Negara Kementerian UMKM serta kolaborasi bersama pemerintah daerah BUMN dan mitra strategis lainnya.

“BSN bersama para pemangku kepentingan telah melakukan pembinaan penerapan SNI kepada 2.575 UMKM sebagai upaya meningkatkan daya saing dan kualitas produk,” ungkapnya.

Sebaran UMKM Masih Sangat Besar

Jumlah UMKM yang telah dibina tersebut dinilai masih perlu terus ditingkatkan mengingat besarnya populasi UMKM di Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM pada laman umkm.go.id jumlah UMKM di Indonesia per 31 Oktober 2025 mencapai 30,19 juta unit.

Sebaran UMKM terbesar berada di Provinsi Jawa Barat dengan 5,4 juta unit disusul Jawa Timur sebanyak 4,58 juta unit dan Jawa Tengah dengan 4,45 juta unit.

Di wilayah timur Indonesia tercatat Papua memiliki 64.761 UMKM Papua Tengah 17.258 UMKM dan Papua Selatan sebanyak 13.281 UMKM.

Program Bootcamp Dorong Sertifikasi SNI

Untuk memperluas jangkauan pembinaan sepanjang tahun 2025 BSN menginisiasi program Bootcamp SNI Bina UMK.

Program tersebut diikuti oleh 1.033 usaha mikro dan kecil dengan 526 UMK terpilih untuk ditindaklanjuti.

Sebanyak 361 UMK menjalani analisis kesenjangan serta mendapatkan pendampingan menuju sertifikasi.

Hasilnya sebanyak 119 UMKM berhasil memperoleh sertifikat SNI pada tahun 2025.

UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional sekaligus berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan.

Pemerintah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui penguatan inovasi peningkatan efisiensi produksi serta perbaikan kualitas produk.

Salah satu faktor penting dalam peningkatan daya saing UMKM adalah penerapan standar.

Melalui penerapan SNI produk UMKM memiliki jaminan mutu keamanan dan kelayakan yang diakui sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sertifikasi SNI juga membuka peluang akses pasar yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun global.

Kebijakan tersebut selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas pada 4 November 2025 yang menekankan pentingnya kemudahan perizinan dan penyederhanaan proses sertifikasi bagi UMKM.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Melaju, Kekayaan Prajogo Kembali Menghijau
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina Lewat Board of Peace
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp16.754 Didorong PMI Manufaktur Indonesia
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Terkuak! Setelah Diakui sebagai Anak Denada, Ressa Ternyata Sudah Pernah Menikah dan Punya Momongan
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Permudah Akses Pendidikan, UNIFA Kenalkan Program RPL kepada ASN Pattallassang
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.