Pengakuan Menkes Budi Gunadi: Malu! Sistem Pengobatan Kanker RI Masih Kalah dari Negara Tetangga

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengaku malu pengobatan kanker di Indonesia kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Bangladesh.

Pasalnya, kata Menkes, di Bangladesh dan Vietnam pengobatan kanker sudah jauh melesat dengan menerapkan operasi transplantasi sumsum tulang belakang pada anak.

BACA JUGA:Sambo Makin Mendunia, PP Persambi Siapkan Kejurnas hingga Event Internasional Sepanjang 2026

BACA JUGA:Siswa SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Negara Lebih Pilih Sumbang Rp17 T ke Donal Trump!

Diakui Menkes, pengobatan kanker pada anak khususnya transplantasi sumsum tulang belakang baru diterapkan di Indonesia. Sedangkan, negara seperti Bangladesh dan Vietnam sudah lebih dulu menjalankannya.

"Waktu saya masuk, itu kita hampir tidak ada melakukan bone marrow transplant (transplantasi sumsum tulang belakang) buat anak. Kita melakukan bone marrow transplant untuk kanker darah ini dewasa di rumah sakit, setahun lima, kalah sama Bangladesh yang 17, kalah sama Vietnam, kalah sama Thailand yang beratusan, Malaysia," ujar Menkes Budi, ditemui di South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Harga iPhone Terbaru Februari 2026 Diskon hingga Rp1,5 juta di iBox dan Digimap, HP Baru untuk Lebaran

BACA JUGA:Kasus Anak SD di NTT, Mensos Dorong Penguatan Pendampingan Sosial

"Jadi saya malu sebagai menteri kesehatan negara besar, kenapa treatment untuk kanker darah yang paling ujung, yang namanya bone marrow transplant, kita pun sedikit sekali," tambahnya.

Oleh karena itu, Budi Gunadi Sadikin meminta Rumah Sakit Kanker Dharmais agar segera melakukan tindakan transplantasi sumsum tulang belakang pada anak. Namun, berdasarkan hasil, anak rentan terhadap infeksi.

"Saya tanya, Dharmais sama RSC pernah nggak? Pernah, berapa puluh tahun yang lalu jawabnya. Jadi saya paksa Dharmais untuk menjalankan bone marrow transplant," kata Menkes Budi.

"Dua tahun yang lalu kalau nggak salah. Sekarang mereka sudah jalankan, untuk dewasa keberhasilannya sudah tinggi. Tapi anak keberhasilannya masih rendah. Karena anak lebih tidak tahan infeksi sesudah di transplant," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sisi Lain Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka: Pilu Ibu Pelaku Pencurian
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kelenteng Tua Penanda Harmoni Budaya di Yogyakarta
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Penuhi Undangan Presiden, Khofifah Hadiri Silaturahmi Lintas Ormas Islam di Istana Negara
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan hingga 8.527, Perhatikan Saham-Saham Ini
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Menteri KKP pastikan percepatan penerbitan izin penangkapan ikan
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.