GenPI.co - Polda NTT memberikan konseling dan pendampingan terhadap keluarga anak SD di NTT yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengirim konselor psikologi mendampingi orang tua dari anak kelas IV SD yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.
"Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Kapolda, Rabu (4/2).
Kapolda menjelaskan konseling dan pendampingan dilakukan tim di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada, mulai Rabu (4/2) sampai Minggu (8/2).
"Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," imbuh Kapolda.
Tim yang dikirim terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono, dan Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo
Kapolda menegaskan insiden anak SD di NTT bunung diri ini dengan cara gantung diri menjadi perhatian serius.
Pihaknya juga memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino menemui keluarga korban.
"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban," terang dia.
Di sisi lain, pihaknya mengakui motif korban bunuh diri dengan gantung diri karena masalah ekonomi.
"Motif utama karena hal itu, tetapi masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP,” beber dia.
Sebagai informasi, korban anak SD ini ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1).
Korban siswa kelas IV Sekolah Dasar itu ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.(ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?





