JAKARTA, DISWAY.ID - Ada enam sentra genteng di Indonesia di tengah geliat proyek gentengisasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto mengatakan keinginannya membuat gerakan gentengisasi atau memasifkan penggunaan genteng di Indonesia.
Di Indonesia ada enam daerah penghasil genteng tanah liat, yakni Majalengka, Kebumen, Sleman, Kendal, Tabanan, dan lombok.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia," kata Prabowo, dikutip dari siaran langsung YouTube Kementerian Dalam Negeri RI pada Rabu, 4 Februari 2026.
Langkah ini bukan hanya sekadar kebijakan, namun dinilai menjadi peluang ekspansi baru bagi industri keramik nasional.
BACA JUGA:Intip Kelebihan dan Kekurangan Atap Genteng vs Seng, Mana yang Lebih Unggul?
Genteng merupakan atap bagian rumah yang materialnya terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar.
Kekuatan yang dimiliki genteng cukup baik. Bahkan, bisa dipasang pada kemiringan lebih dari 15 derajat.
Jenis atap rumah ini menerapkan sistem pemasangan inter-locking atau saling mengunci dan kuat.
Kelebihan Genteng Tanah Liat di IndonesiaKekuatan genteng sebagai fondasi atap rumah memang tidak perlu diragukan.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Genteng dan Harganya Terbaru 2026, Kualitas Awet dan Tahan Lama!
Selain mampu bertahan lebih dari 100 tahun, jenis atap rumah ini ammpu menahan hujan es, angin kencang, hingga api.
Tak hanya itu, materialnya ramah lingkungan karena dibuat dari mineral dan bisa dihancurkan, serta didaur ulang.
Kekurangan Genteng di Indonesia untuk Atap RumahDi sisi lain, pemasangan jenis atap ini membutuhkan tukang yang berpengalaman.
Proses pemasangannya juga cukup lama, presisi, dan harus hati-hati agar tidak terjadi kebocoran.
- 1
- 2
- 3
- »

