BRI Target Beri Pembiayaan untuk 60.000 Rumah Subsidi 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menarget pembiayaan mereka untuk rumah subsidi bisa meningkat pada tahun ini. Target yang ditetapkan mencapai 60.000 rumah subsidi.

Pada tahun 2026, target rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih sama dengan 2025 yakni 350.000 unit.

“KPR subsidi tadi kita sudah sampaikan, sudah dikasih target baru, tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000, tahun ini mungkin 60.000 ya, naik ke 60.000,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat pada Rabu (4/1).

Untuk tahun 2025, penyaluran pembiayaan rumah subsidi dari BRI yang meningkat menjadi 36.000 unit merupakan kenaikan 100 persen dari tahun 2024 yang ada pada angka 16.000 unit.

“Kita bersyukur bahwa di tahun 2025 yang lalu, Desember, peningkatannya adalah 100 persen. Dan kita sudah menyalurkan lebih dari Rp 16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi. Dan harapannya dari tahun ini target dari Pak Menteri (PKP) sudah mencapai target lagi 100 persen lagi naik,” ujarnya.

Adapun langkah BRI tak hanya sebatas memberi pembiayaan pada rumah subsidi. BRI juga memberikan pembiayaan melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Adapun Hery menjelaskan pembiayaan melalui PNM Mekaar itu digunakan untuk modal usaha masyarakat.

“Kebetulan Permodalan Nasional Madani itu adalah miliknya BRI, di bawah BRI. Jadi masyarakat yang tergabung, ibu-ibu yang tergabung dalam Mekar ini tentunya mendapat pembiayaan dari kami, dari PNM dan pembiayaan ini digunakan untuk usaha,” ujar Hery.

Dengan skema itu, Hery menuturkan ada lebih dari 4 juta masyarakat yang kini hidupnya menjadi lebih sejahtera. Adapun langkah BRI dalam memberi pembiayaan tersebut juga diapresiasi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara.

“Tahun 2024 itu ada 16.000 yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 36.000. Ini kenaikan dari persentase yang terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya,” ujar Ara.

Sedang Siapkan Skema Rusun Subsidi

Selain itu, Ara juga mengungkap saat ini ia bersama BP Tapera sedang menggodok skema subsidi untuk hunian vertikal atau rumah susun (rusun). Adapun target tahun ini untuk rumah susun adalah 140.000 unit.

“Tahun ini kita sudah punya program yang real 140.000 (unit)Padahal 5 tahun kemarin itu cuma totalnya berapa? 140.000 (unit),” kata Ara.

Kepala BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan skema rusun subsidi yang ia sedang godok adalah skema pemberian subsidi selisih bunga oleh pemerintah.

“Salah satunya kita usulkan bagaimana nanti dengan asumsi sebagai skema KUR, likuiditas dari perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih bunga. Sehingga keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah itu akan bisa lebih masuk ya,” ujar Heru.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Anak SD di NTT Diduga Bunuh Diri, Cak Imin: Cambuk untuk Terus Waspada
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Kementerian PU Dukung Perbaikan Akses Jalan Provinsi menuju Pining, Gayo Aceh
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
PN Jakbar tunda sidang dakwaan kasus bos robot trading Net89
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Terpopuler: Dida dan Emil Audero Diserang Flare, Michael Carrick Terlalu Sukses Bikin MU Pusing
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Tim DVI Terima 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.