Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Warga Nganjuk Tingkatkan Kewaspadaan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Agus Triwasono

TVRINews, Nganjuk

Memasuki puncak musim penghujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Kabupaten Nganjuk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah kesiapsiagaan agar masyarakat tetap aman dan tenang dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis.

BMKG menjelaskan peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang lazim terjadi saat musim hujan. 

Aktivitas gelombang Rossby dan gelombang Kelvin frekuensi rendah, bersama menguatnya Monsun Asia, berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah selatan Pulau Jawa. 

Kondisi tersebut turut berdampak pada cuaca di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Nganjuk, dalam sepuluh hari ke depan.

Seiring meningkatnya curah hujan, BMKG mengingatkan adanya sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk yang perlu mendapat perhatian lebih. 

Untuk potensi banjir, masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Widas, seperti di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan sebagian wilayah Kota Nganjuk, diimbau untuk memantau kondisi aliran sungai, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, wilayah perbukitan di kaki Gunung Wilis, antara lain Kecamatan Sawahan, Ngluyu, Loceret, serta daerah lain dengan kontur tanah curam, juga diminta meningkatkan kewaspadaan. 

Hujan lebat yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan berpotensi memicu pergerakan tanah atau longsor.

Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk Kabupaten Nganjuk, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa kewaspadaan dini merupakan langkah penting dalam menghadapi puncak musim hujan.

“Dalam sepuluh hari ke depan, potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi akibat pengaruh Monsun Asia dan gelombang atmosfer. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan dan tepi sungai, untuk lebih waspada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.

BMKG menekankan imbauan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran berlebihan. 

Masyarakat dihimbau tetap beraktivitas seperti biasa dengan disertai langkah antisipasi sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta memantau informasi cuaca dari sumber resmi.

Dengan kesiapsiagaan bersama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, masyarakat Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat melalui puncak musim penghujan dengan aman, nyaman, dan tetap produktif.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Heboh! Motor Kak Jill Shine Digondol Pria yang Diduga Bersenpi, Fakta Mengejutkan Terkuak
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
MUI, Board of Peace, dan Ujian Kepercayaan Publik
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
KBRI Phnom Penh Terima Ribuan Aduan WNI Terkait Penipuan Online
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Rektor Unhas Ungkap Jaringan Strategis dengan 909 Institusi Dunia di 45 Negara
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Bangun Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama Beli Properti di Mekah-Madinah
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.