Mantan Menteri Luar Negeri periode 2009-2014 Marty Natalegawa mengungkapkan hasil pembicaraan para mantan menlu dan wamenlu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Pada pertemuan itu, mereka membahas soal Board of Peace (BOP). Badan itu diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Dari yang terbaca, dari yang terbaca ya, Bapak, piagam dari BoP-nya itu memang rujukan terhadap Gaza-nya kan memang tidak ada," kata Marty usai pertemuan.
Marty juga menyoroti peranan AS sebagai ketua BOP dan sekutu Israel, yang cukup dominan dalam badan ini. Ia menyampaikan penekanan ini kepada Presiden Prabowo.
"Dan juga dari segi peranan yang cukup menonjol dari ketuanya, ini juga sesuatu yang kami sempat sampaikan pesan tersebut ya," ujarnya.
Lebih lanjut, Marty menilai bahwa kondisi dunia saat ini serba tidak menentu dan pemerintah Indonesia, katanya, sudah memahaminya.
"Dan bahkan selama berpuluh-puluh tahun Indonesia telah menampilkan cara pandang dan cara untuk mengatasi situasi tersebut. Jadi bukan sesuatu yang baru, apa, seolah ancaman dan situasi yang kita hadapi saat ini sesuatu yang sudah berpuluh-puluh tahun," tandasnya.


