Danantara Kaji Anak Usaha yang Mau Dibuat Inalum

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia masih mengkaji rencana PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membentuk anak usaha baru, meskipun di tengah transformasi penyederhanaan bisnis atau streamlining terhadap beberapa BUMN.

Chief of Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan Danantara masih memonitor pembahasan rencana anak usaha Inalum untuk mengelola proyek smelter aluminium terbaru.

"Lagi kita kaji, nanti akan kita kabarin. Tapi monitor terus aja kalau ada yang kurang bagus kasih masukan," ungkapnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (4/2).

Kepala BP BUMN itu menegaskan, pemangkasan jumlah BUMN bukan berarti Danantara melarang perusahaan pelat merah melakukan ekspansi bisnisnya, termasuk jika membutuhkan anak usaha baru untuk memperlancar prosesnya.

"Ada yang kita bangun juga kalau kita tidak punya dan industrinya besar, setuju, kan? Tapi yang kita pangkas itu, kan, yang memang tidak efektif dan kecil-kecil, anak cucu misalkan," tegasnya.

Dia mencontohkan jika sebuah perusahaan memiliki anak usaha di bidang air minum atau agen travel, serta logistik namun skalanya termasuk yang sangat kecil, kurang mendesak, bahkan mengalami kerugian.

"Nah itu yang kita pangkas, selama ini juga rugi. Kalau rugi, kan, merugikan uang kita semua. Nah ini yang kita tutup, tapi namanya berkembang tentu kita bangun juga ada yang baru," kata Dony.

Danantara, kata Dony, juga memantau perkembangan industri yang prospeknya menjanjikan seperti ekosistem baterai untuk kendaraan listrik, atau pengembangan hilirisasi di sektor pertambangan. Dengan begitu, dia menegaskan bahwa bukan berarti Danantara tidak konsisten.

"Yang ditutup itu tidak efektif dan tidak produktif yang menyebabkan kerugian. Tapi namanya industri berkembang tentu kita juga harus mengikuti, kan. Jadi jangan nanti (tanya), kok, ini tutup, katanya mengurangi tapi, kok, ini nambah," tutur Dony.

"Jangan dilihat ini, kok, kayaknya enggak konsisten. Bukan tidak konsisten, yang kita tutup itu yang tidak memberikan nilai tambah, justru merugikan kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Inalum meminta dukungan Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) untuk membangun anak perusahaan baru untuk mengelola proyek New Smelter Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan kapasitas produksi 600.000 ton aluminium per tahun.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, perusahaan mendorong pembentukan perusahaan patungan (joint venture) untuk mengelola smelter baru tersebut.

"Kami mungkin nanti harus meminta dukungan dari Danantara dan juga BP BUMN untuk dapat memberikan dukungan pendirian anak perusahaan baru dan perusahaan patungan terkait proyek smelter ini," katanya saat Rapat Komisi VI DPR, Kamis (20/11).

Melati menjelaskan, anak perusahaan baru ini sangat penting untuk memproses pembiayaan proyek (project financing). Nantinya, Inalum akan menggandeng mitra strategis dalam JV tersebut.

Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi (commercial operating date/COD) pada 2029. Proyek ini diharapkan memasuki tahap Final Investment Decision (FID) pada tahun 2026, kemudian Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026-2028, dan commissioning pada 2029.

Saat ini, Inalum yang merupakan anggota holding BUMN pertambangan MIND ID memiliki 4 anak perusahaan, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dengan saham 60 persen yang mengelola proyek smelter alumina.

Kemudian PT Indonesia Aluminium Alloy dengan kepemilikan saham 99,99 persen, yakni perusahaan yang bergerak di produk secondary aluminium, yakni campuran aluminium primer dengan scrap. Inalum juga memiliki afiliasi di PT Sinergi Mitra Lestari Indonesia dengan saham 25 persen, serta 33,75 persen saham di PT Indonesia Battery Corporation (IBC).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Atasi Tumpukan Sampah Liar, Pemkot Bandung Tutup Lokasi Pembuangan Ilegal di Dago
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Sita Logam Mulia 3 Kg hingga Uang Miliaran Rupiah dalam OTT Ditjen Bea Cukai
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Parpol Usul Pilkada Lewat DPRD, Pengamat: Bakal jadi Bumerang Bagi Partai Pengusung
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kemdiktisaintek-BRIN perkuat kolaborasi sains dan teknologi Indonesia
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
BPS Catat Ada 7,35 Juta Pengangguran di Indonesia per November 2025
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.