Menteri PKP Temui Dirut BRI (BBRI), Puji Penyaluran KPR Subsidi Tembus Dua Kali Lipat

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan capaian rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus meningkat.

Menteri PKP Temui Dirut BRI (BBRI), Puji Penyaluran KPR Subsidi Tembus Dua Kali Lipat. (Foto Rohman W/IMG)

IDXChannel - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan capaian rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus meningkat. Hal ini sejalan dengan dukungan dari perbankan nasional, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI).

Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI, kata dia, digadang-gadang tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.

Baca Juga:
BTN (BBTN) Kuasai Pangsar Pasar KPR Subsidi Capai 82 Persen

"Karena BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16 ribu (unit) yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32 ribu (unit). Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Maruarar saat menemui Direktur Utama BRI Hery Gunardi di kantor BRI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dia menerangkan, capaian 32 ribu unit rumah bersubsidi yang dibiayai BRI, kata Ara, sama saja dengan puluhan ribu MBR dijamin kebutuhan papannya.

Baca Juga:
Perkuat Akses Hunian Terjangkau, Ini Strategi BRI (BBRI) Jaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi

"Apakah itu petani, nelayan, buruh, ART, supir, ojek, dan lain-lain yang bisa mendapatkan rumah berkat kerja keras daripada BRI," katanya.

Baca Juga:
Penyaluran KPR Subsidi FLPP 2025 Tembus 278 Ribu Unit, Penerima Didominasi Gen Z

Sejalan dengan itu, Ara membeberkan soal torehan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mencatatkan sejarah dalam kebijakan rumah bersubsidi di Indonesia. Pada 2023, capaian FLPP rumah subsidi mencapai 229 ribu unit, dan jumlah itu capaian terbesar sejak 2010 silam. Jumlah itu terus menanjak di pemerintahan terkini.

"Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279 ribu (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu dalam setahun," kata dia.

Baca Juga:
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Berhasil Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun hingga Tahun 2025

Menurutnya, capaian program rumah subsidi membuktikan minat yang tinggi dari kalangan MBR.

Sehingga, isu soal tekanan daya beli masyarakat yang berhembus belakangan bisa menjadi anomali dalam lingkup ekonomi.

Lebih lanjut, Maruarar menekankan torehan pembangunan dan penyaluran kredit rumah bersubsidi telah menumbuhkan efek turunan bagi ekonomi masyarakat. Mulai dari pekerja bangunan yang menggarap rumah subsidi, toko material yang menjadi penyuplai bahan rumah hingga supir yang membawa bahan material.

"Ini ekosistemnya jutaan orang yang bergerak di bidang ini. Berkat arahan Presiden Prabowo yang meyakini bahwa rumah subsidi ini sangat penting. Karena itu Presiden Prabowo datang dua kali tahun lalu di acara rumah subsidi," kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur The Fed Stephen Miran Mundur sebagai Penasihat Ekonomi Gedung Putih
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
BRI Target Beri Pembiayaan untuk 60.000 Rumah Subsidi 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Diklaim Rp 504 Miliar, Gugatan Balik Reza Gladys ke Nikita Mirzani Disebut Menyusut
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Meluruskan Salah Kaprah: LSF bukan "Algojo", tapi Filter Kualitas Tontonan Kita
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Tuding Hizbullah Bangun Kekuatan Militer, Jet Tempur Israel Serang Lebanon
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.