Aneh, Polisi Sebut Bocah SD Gantung Diri di NTT Bukan Karena Minta Alat Tulis

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Polisi menyampaikan hasil dari penyelidikan atas peristiwa anak berinisial YRB (10) yang ditemukan gantung diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino mengungkap bahwa motif YRB mengakhiri hidupnya bukan karena meminta alat tulis kepada sang ibu. 

"Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya. Hal ini dikarenakan si anak dalam satu minggu itu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit," ujar Andrey Valentino kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Valentino mengungkap, orang tua YRB kerap menasihati korban untuk tidak bermain saat hujan. Dengan begitu, nasihat tersebut bertujuan agar YRB tidak sakit dan bisa bersekolah.

Dia juga menekankan pemberian nasihat itu tidak dibarengi kekerasan fisik sebagaimana hasil visum jenazah YRB yang tidak ditemukan tanda kekerasan.

Lebih jauh, Valentino mengemukakan bahwa kepolisian juga tidak menemukan adanya indikasi perundungan di lingkungan sekolah korban.

"Mungkin yang namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana. Jadi ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya mengenai pemberian nasihat tersebut," imbuhnya.

Adapun, polisi dengan pangkat melati dua ini mengungkap bahwa kondisi ekonomi keluarga korban cukup memprihatinkan. Hal tersebut diperparah dengan tidak adanya figur ayah yang menemani tumbuh kembang korban.

"Maksudnya, ini kan anak dari suami ketiga. Selama dalam kandungan pun ayahnya tidak pernah ada. Begitulah persoalan dan permasalahan rumah tangga serta kehidupan seseorang dan keluarga, berbeda-beda ya," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terungkap, 4 Alasan yang Bikin Ajax Kepincut Rekrut Maarten Paes
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Sering Dianggap Pujian, Makna “Eksotis” Kurang Tepat untuk Validasi Kecantikan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Hancur Lebur, Balik ke Level Rp2,9 Juta per Gram
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: Anggaran Proyek “Gentengisasi” Rp1 Triliun dari APBN 2026
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
KTT D8 digelar di Jakarta, bidik hasil kerja sama konkret
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.