MRT Jakarta Bakal Tembus Balaraja, Andra Soni Berharap Macet di Banten Berkurang

liputan6.com
16 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov Jakarta dan Banten menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan MRT Lintas Timur–Barat fase Kembangan–Balaraja di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/2/2026). Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kerja sama ini membuka jalan untuk mengurai kemacetan lintas wilayah yang selama ini membebani kedua provinsi.

“Kami berbatasan langsung dengan Ibu Kota, dan warga kami sebagian besar itu bekerja di Jakarta. Pagi hari kemacetan terjadi di Jakarta, malam hari kemacetan terjadi di wilayah Provinsi Banten,” kata Andra.

Advertisement

BACA JUGA: Bangun MRT ke Balaraja, MRT Jakarta dan Summarecon Jajaki Kerja Sama Strategis

Ia menjelaskan, posisi Banten yang berbatasan langsung dengan Jakarta membuat mobilitas warganya sangat tinggi. Terlebih, lanjut Andra, sebagian besar penduduk Banten bekerja di Jakarta dan setiap hari melakukan perjalanan pulang-pergi yang memicu kemacetan pada jam-jam sibuk di kedua wilayah.

“Kami sangat berterima kasih atas terlaksananya MoU ini. Ini sebagai pembuka jalan untuk cita-cita kita bersama terkait dengan transportasi massal yang terintegrasi dalam sebuah sistem transportasi perkotaan yang dirancang oleh Provinsi Jakarta, yang kemudian tentu bermanfaat kepada Pemerintah Provinsi Banten,” terangnya.

Andra menyoroti ketergantungan masyarakat di kedua provinsi terhadap penggunaan kendaraan pribadi sebagai penyebab utama kepadatan lalu lintas. Dia menyebut, dalam satu rumah tangga di Banten bisa terdapat lebih dari satu kendaraan pribadi yang digunakan untuk aktivitas keluar masuk Jakarta setiap hari.

“Karena semua masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan dalam satu rumah ada beberapa kendaraan pribadi yang keluar masuk ke Jakarta,” ujarnya.

Menurut Andra, kehadiran transportasi massal lintas wilayah seperti MRT rute Kembangan-Balaraja diharapkan mampu mengurangi beban jalan di Jakarta maupun Banten. Selain itu, proyek ini diyakini dapat mendorong perubahan pola hidup masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan, agar beralih ke transportasi publik.

“Bilamana terlaksananya rencana ini, mudah-mudahan ini akan mengurangi beban jalan Jakarta dan jalan Banten. Dan kemudian ini akan memudahkan kita menggunakan transportasi massal dan akan membuat gaya hidup masyarakat terkait dengan penggunaan transportasi massal akan tumbuh dan berkembang di wilayah perbatasan Jakarta,” pungkas Andra.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lolos ke Semifinal Copa del Rey, Presiden dan Pelatih Barcelona Puji Albacete
• 19 jam lalumerahputih.com
thumb
Menkeu Purbaya: OTT KPK Jadi Momentum Perbaiki Sistem Pajak dan Bea Cukai
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
IHSG Hari Ini (5/2) Dibuka Menguat, Saham MORA, ASII, hingga BBNI Melaju
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Puluhan Ribu Tiket Kereta Lebaran di Daop 2 Bandung Ludes, Puncak Arus Mudik 19 Maret
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Ahli Ungkap Cara Pilih Telur yang Bagus, Kuncinya di Permukaan Cangkang
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.