Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita

Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, dan Muna Barat di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (4/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Terpadu (DTSEN) sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memastikan data yang digunakan pemerintah selalu mutakhir dan objektif, sehingga program yang disusun pemerintah pusat maupun daerah dapat tepat sasaran serta mencerminkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

"Mari kita bersinergi. Berangkat dari data ini, dengan pemutakhiran, supaya kemudian data ini objektif sehingga program-program yang disusun oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya, tidak ada manipulasi," tegasnya.

Agus Jabo menjelaskan, DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimutakhirkan melalui Kemensos memiliki peran vital dalam upaya pengentasan kemiskinan. Keberadaan DTSEN juga menjadi acuan tunggal bagi berbagai program kementerian dan lembaga, sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih data.

Karena sifat data yang sangat dinamis, pemutakhiran DTSEN perlu dilakukan secara berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos menyediakan berbagai kanal pembaruan data, seperti melalui musyawarah desa atau kelurahan serta aplikasi Cek Bansos, yang memudahkan pemerintah daerah melakukan pembaruan data masyarakat.

Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan pemutakhiran data DTSEN terbagi menjadi dua kategori. Pertama, pembaruan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang dilakukan setiap bulan. Kedua, pembaruan data penerima bantuan sosial yang dilakukan setiap tiga bulan. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar terus mengawal proses pembaruan data tersebut.

Ia juga mendorong dinas sosial di daerah untuk memperkuat koordinasi dengan BPS agar data bantuan sosial benar-benar akurat dan tepat sasaran.

"Dinas Sosial di setiap daerah, ayo cepat berkoordinasi dengan BPS. Terus lakukan pemutakhiran agar seluruh bantuan sosial ini tepat sasaran, sampai seluruh data akurat," ujarnya.

Baca Juga: Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo juga memaparkan sejumlah program Kementerian Sosial yang memanfaatkan DTSEN, salah satunya Sekolah Rakyat. Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu dengan menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 dalam DTSEN yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.

Melalui program tersebut, anak-anak memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis. Sementara itu, berdasarkan hasil asesmen, orang tua siswa juga berpeluang menerima bantuan pengembangan usaha atau perbaikan rumah tidak layak huni guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.***


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Jakarta dan Banten Sepakat Kembangkan MRT Kembangan-Balaraja
• 2 jam laludisway.id
thumb
365.596 Wisatawan Indonesia ke Korea pada 2025, Terbanyak Sepanjang Sejarah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
OTT KPK di KPP Banjarmasin, Ditjen Pajak Bakal Kooperatif
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Melemah 42 Poin pada Sesi I, Cek 3 Emiten Top Gainers di Jajaran Saham Unggulan
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.