Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menambah kuota pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI untuk tahun ini.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI mendapat mandat untuk menyalurkan pembiayaan KPR FLPP sebanyak 60.000 unit pada 2026, meningkat 100% dari kuota tahun lalu yang sebesar 30.000 unit.
“KPR subsidi tadi kita sudah sampaikan, sudah dikasih target baru tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000 [unit], tahun ini mungkin 60.000 [unit],” kata Hery dalam konferensi pers di Kantor BRI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Kendati target yang diberikan meningkat 100% dari tahun lalu, Hery optimistis BRI dapat menjalankan penugasan pemerintah, dengan dukungan dari 7.500 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, BRI hingga akhir Desember 2025 mendapat kuota KPR FLPP sebanyak 33.000 unit. Kemudian untuk tahun ini, BRI semula mendapat mandat untuk menyalurkan pembiayaan KPR FLPP sebesar 36.261 unit, sebelum akhirnya ditambah menjadi 60.000 unit.
“Dengan kemampuan distribution yang besar ini, kami dengan senang hati akan membantu untuk menyalurkan program-program pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga
- Penyaluran FLPP Melonjak Januari 2026, Tembus 7.312 Unit Rumah Subsidi
- BP Tapera Ungkap Penyaluran FLPP Tembus 1,87 Juta Unit Sejak 2010
- Purbaya Usul PNM Pindah dari BRI (BBRI) ke Kemenkeu, Bahas dengan Danantara
Di sisi lain, Hery mengungkapkan bahwa BRI telah menyalurkan lebih dari Rp16 triliun untuk pembiayaan rumah bersubsidi. Dalam catatan Bisnis, BRI tercatat telah menyalurkan pembiayaan KPR Subsidi sebesar Rp16,6 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur yang tersebar di seluruh Indonesia hingga akhir 2025.
Penyaluran KPR Subsidi mencakup beberapa skema pembiayaan. Perinciannya, KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp15,74 triliun, dan KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar.
Kemudian, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar dan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.
“Harapannya tahun ini juga [mencapai] target. Tadi Pak Menteri [Maruarar Sirait] sudah nambahin target lagi 100% lagi naik. Luar biasa,” pungkasnya.





