Soal Proyek Rusun Subsidi di Meikarta, Maruarar Harap Ada Intervensi Pembiayaan dari Perbankan

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Maruarar Sirait memastikan implementasi proyek program rumah susun bersubsidi di lahan bekas apartemen Meikarta, Cikarang tak menimbulkan masalah bagi konsumen.

Soal Proyek Rusun Subsidi di Meikarta, Maruarar Harap Ada Intervensi Pembiayaan dari Perbankan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan implementasi proyek program rumah susun bersubsidi di lahan bekas apartemen Meikarta, Cikarang tak menimbulkan masalah bagi konsumen.

Itu lantaran proyek Meikarta yang digarap Lippo Group menimbulkan masalah dengan konsumen terkait pengembalian dana.

Baca Juga:
Selain Kurangi Backlog, Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dinilai Bisa Pacu Ekonomi

"Jangan mengulangi cara yang udah tahu salah, udah tahu gagal, diulang-ulangi terus dengan orang yang sama dan metode yang sama," kata menteri yang akrab disapa Ara ini saat ditemui di gedung BRI I, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ara menekankan soal pembiayaan yang menjadi satu di antara isu realisasi rusun bersubsidi Meikarta. Oleh karena itu, perlu ada intervensi dari perbankan mendukung pembiayaan. 

Baca Juga:
Land Clearing Rusun Subsidi Meikarta Dimulai, 18 Tower Disiapkan untuk MBR

Konsep pembiayaan perbankan yang diterapkan pada program rumah subsidi belakangan ini bisa menjadi contoh. Apalagi, jika ada terobosan baru dari perbankan dalam soal fiskal. 

Ara mengatakan pihaknya dengan BRI dan Tapera sedang menggodok pembiayaan rusun bersubsidi secara lebih lanjut. Penggunaan pos pendanaan melalui produk lain dari bank menjadi opsi potensial.

Baca Juga:
Serapan Rusun Subsidi Hanya Tiga Unit di 2025, Maruarar Siapkan Meikarta untuk MBR

"Salah satunya kami usulkan bagaimana nanti dengan asumsi sebagai skema KUR, likuiditas dari perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih rumah. Sehingga keterjangkauan masyarakat itu akan bisa lebih masuk," kata Ara.

Adapun, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memulai tahapan land clearing pembangunan rusun subsidi untuk rakyat di kawasan Meikarta pada akhir Januari ini. Proyek ini digadang-gadang solusi atas keterbatasan lahan hunian di kawasan industri dengan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Di kawasan ini disiapkan tiga lahan seluas total 30 hektare, dengan lokasi pertama seluas 10 hektare yang akan dibangun 18 tower setinggi 32 lantai. Setiap tower direncanakan memiliki sekitar 2.300 unit, sehingga pada tahap awal akan tersedia sekitar 47.000 unit, dan secara keseluruhan ditargetkan mencapai 141.000 unit rusun subsidi.

Pembangunan rusun subsidi Meikarta akan dilakukan dalam empat tahapan, dimulai dengan land clearing, dilanjutkan pemasangan tiang pancang pada 8 Maret 2026, pembangunan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026, hingga serah terima kunci yang ditargetkan pada 8 Agustus 2028.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Istana: Pertemuan Presiden dengan Tokoh Islam Agenda Rutin
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Terpopuler: Viral Range Rover Tak Bayar Pajak, Jetour Terbakar dan Harga Aki EV
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Densus 88: Siswa Pelempar Molotov di Kalbar Gabung True Crime Community
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lantai Kamar Mandi Amblas, Ibu di Bandung Jatuh lalu Hilang Terbawa Arus Sungai
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
• 21 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.