JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk memastikan respons cepat saat kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menggelar uji coba akses jalur pemadaman di sejumlah titik rawan kebakaran di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi hambatan di jalan lingkungan serta memastikan armada pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi kejadian secara optimal dalam kondisi darurat.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Suheri mengatakan, uji coba dilakukan di wilayah Sektor Palmerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Baca juga: BNPB Sebut Siklus Musim Kering Datang 2027, Kebakaran Hutan Jadi Tantangan
"Hari ini Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menggelar giat uji akses jalur pemadaman pada jalanan lingkungan dan sosialisasi pencegahan kebakaran di Gulkarmat Sektor Palmerah," kata Suheri saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, pengujian dilakukan di lima titik, yakni Jalan KS Tubun dan Jalan Taman Bunga di Kelurahan Kota Bambu Selatan. Selanjutnya, pengecekan akses dilanjutkan ke Kelurahan Jatipulo yang meliputi Jalan Banjir Kanal Barat, Jalan Tomang, dan Jalan Kamboja.
Menurut Suheri, pengecekan jalur pemadaman sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material akibat kebakaran di kawasan permukiman padat.
"Pada prinsipnya kegiatan ini adalah langkah antisipasi tindakan kalau terjadi darurat kebakaran atau yang lainnya, agar respons cepat Damkar dapat dilakukan untuk menurunkan dampak dari kejadian, baik korban jiwa ataupun kerugian material," jelas Suheri.
Selain aspek teknis operasional, uji akses ini juga dibarengi dengan kegiatan sosialisasi kepada warga guna meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran.
"Selain itu juga membangun kepedulian masyarakat akan kesadaran terkait antisipasi bahaya kebakaran di lingkungan," ucapnya.
Baca juga: Kebakaran Gudang Prabrik di Penjaringan, Damkar Kerahkan 6 Unit Pemadam
Dalam pelaksanaannya, Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan tiga jenis armada pemadam dengan kapasitas berbeda untuk menguji lebar dan kelayakan akses jalan lingkungan. Armada tersebut terdiri dari mobil pompa berkapasitas 2.500 liter, 4.000 liter, dan 10.000 liter.
Pengujian dilakukan secara bertahap, dimulai dari unit terkecil.
"Nah ini diuji satu persatu. Kalau misalnya dari unit 2.500 liter tidak terkendala, kita tingkatkan di unit 4.000 liter. Dan kalau tidak terkendala lagi, kita lanjutkan ke 10.000 liter," kata Suheri.
Kendala warung di pinggir jalanBerdasarkan hasil uji coba di lapangan, petugas menemukan kendala aksesibilitas di beberapa titik, khususnya di Jalan Banjir Kanal Barat, Jatipulo, Palmerah.
Armada berkapasitas terbesar, yakni 10.000 liter, tidak dapat melintasi jalan tersebut karena terhalang bangunan semi permanen berupa warung di sisi jalan.
"Ada beberapa kendala yang ditemui selama pengujian akses jalan ini, di antaranya di Jalan Banjir Kanal Barat. Unit 2.500 liter tidak ada masalah, kemudian unit 4.000 liter masih masuk meskipun ada sedikit kendala," ungkap Suheri.
Baca juga: Kebakaran akibat Korsleting di Kemayoran, Warga Sempat Panik




