Siswa Bunuh Diri di Ngada, Puan: Kesehatan Mental Anak Harus Jadi Perhatian

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menyebut isu kesehatan dan psikologi anak harus menjadi perhatian bersama ketika menyikapi kasus siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak bisa membeli buku dan alat tulis untuk belajar.

"Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian," kata Puan dalam keterangan persnya, Rabu (4/2).

BACA JUGA: Siswa Bunuh Diri, Jangan Salahkan UN

Cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu berharap meninggalnya siswa di Ngada dapat menjadi pembelajaran semua untuk menghadirkan pendidikan ramah anak.

“Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ramah anak dan mampu menjaga kesehatan anak didik secara menyeluruh termasuk kesehatan mental dan psikologi,” kata Puan.

BACA JUGA: Puan Sudah Hadir di Rakernas I PDIP, Bakal Kasih Pengarahan kepada Kader Banteng

Legislator fraksi PDI Perjuangan itu meminta pemerintah ke depan lebih menjangkau masyarakat di daerah untuk program-program bantuan sosial.

Puan menyatakan kepedulian sosial di lingkungan sekolah harus jadi satu peta jalan dalam sistem pendidikan.

BACA JUGA: Siswa di Ngada Bunuh Diri Gegara Tak Punya Buku, Legislator NTT: Memilukan Hati

"Kita perlu lihat persoalan di Ngada secara jauh lagi, kasus ini muncul karena kemiskinan, sehingga negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan,” ungkap dia.

Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

Surat buat Mama

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya

Selamat tinggal Mama

Korban diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswa SD di NTT Bunuh Diri Gegara Tak Punya Buku dan Pena


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sule Sentil Teddy soal Harta Lina: Itu Dikumpulkan saat Masih Jadi Istri Saya
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Krisis Dana: UNRWA Pangkas 20 Persen Layanan Kemanusiaan untuk Palestina
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Eks Stafsus Baru Tahu Gaji Konsultan Era Nadiem Rp 163 Juta: Lihat di Berita
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jumlah Warga Miskin di Jakarta Berkurang 25,75 Ribu Orang
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Antisipasi Virus Nipah, Jateng Perketat Pengawasan Perjalanan Internasional
• 7 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.