Di Balik Ngototnya Rusia Tawarkan Opsi Pengamanan Uranium Iran

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia kembali menyatakan bahwa pihaknya masih memberikan opsi untuk memindahkan uranium dari Iran. Hal ini menjadi sorotan menyusul penyuaraan opsi tersebut dalam beberapa waktu ini yang berdekatan dengan berakhirnya perjanjian pembatasan pengembangan senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan pihaknya sebelumnya telah menawarkan diri untuk mengekspor cadangan uranium yang telah diperkaya dari Iran ke Rusia.

Baca Juga: New Start Akan Berakhir, Tak Ada Lagi Batas Pengembangan Senjata Nuklir untuk Rusia dan AS

“Rusia pernah mengusulkan untuk mengekspor cadangan uranium yang diperkaya dari Iran. Inisiatif ini masih ada di atas meja,” kata Zakharova.

Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan memiliki hak penuh atas uranium tersebut. Iran menurutnya akan tetap menjadi pihak yang menentukan apakah bahan nuklir itu akan diekspor ke luar negeri atau tetap berada di Teheran.

“Hanya Iran yang berhak mengelola cadangan tersebut, termasuk memutuskan apakah akan mengekspornya ke luar wilayah dan, jika ya, ke mana uranium itu akan dikirim,” ujar Zakharova.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik internasional untuk meredakan ketegangan terkait program nuklir dari Iran dan Amerika Serikat. Uranium menjadi salah satu sumber kekhawatiran yang disuarakan oleh Barat.

Di sisi lain, opsi pengamanan ini muncul bertepatan dengan akan berakhirnya perjanjian pembatasan pengembangan senjata nuklir dari Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Kamis (5/2). 

Perjanjian New Start adalah perjanjian yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan masing-masing negara hingga 1.550. Perjanjian tersebut menjadi satu-satunya kesepakatan pengendalian senjata nuklir yang masih berlaku antara Amerika Serikat dan Rusia. ia ditandatangani pada 2010. 

Namun Rusia memberikan sinyal bahwa pihaknya siap menghadapi realitas baru dunia tanpa pembatasan senjata nuklir strategis antara Moskow dan Washington.

Baca Juga: AS-India Sepakat, Modi Akan Stop Beli Minyak Rusia

Begitu juga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengindikasikan akan membiarkan perjanjian tersebut berakhir. Namun, Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait nasib dari New Start.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belum Hafal Doa Qunut, Apakah Boleh Diganti Rabbana Atina Fiddunya saat Shalat Subuh?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tragedi Anak di NTT, Sekolah Rakyat Jawab Beban Biaya Tersembunyi Pendidikan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kuota Haji Lombok Timur Bertambah, Masa Tunggu Turun Jadi 26 Tahun
• 13 jam lalupantau.com
thumb
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
• 10 jam lalusuara.com
thumb
BNN tekankan kampanye media sosial lawan masifnya peredaran narkotika
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.