Dialog Tiga Jam dengan Prabowo, Mantan Menlu hingga Diplomat Senior Bahas Risiko Global hingga Palestina

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menuai apresiasi dari kalangan senior diplomasi nasional setelah menggelar dialog terbuka selama hampir tiga jam bersama mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh-tokoh kunci kebijakan luar negeri Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan tersebut dinilai menghadirkan kejelasan arah kebijakan global Indonesia, termasuk sikap tegas terhadap isu Palestina.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengaku terkejut dengan suasana pertemuan yang jauh dari kesan formal dan satu arah. Dino menilai Presiden Prabowo membuka ruang diskusi yang luas, tanpa pembatasan topik maupun hierarki.

“Pertama saya agak surprise, kenapa? Karena kita cukup banyak dengar cerita mengenai pertemuan dengan Presiden yang satu arah, top down. Tapi yang saya lihat hari ini saya surprise karena suasana totally open,” ujar Dino kepada wartawan usai pertemuan.

Menurut Dino, dialog berlangsung dua arah dan memungkinkan para peserta mengajukan pertanyaan kritis, termasuk soal risiko kebijakan, berbagai opsi diplomasi, hingga skenario global yang berpotensi memengaruhi posisi Indonesia.

“Dan diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada yang bilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu, tapi sangat terbuka dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah,” lanjutnya.

Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, menilai pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk meluruskan berbagai persepsi publik yang kerap muncul akibat keterbatasan informasi.

Ia menyebut dialog langsung dengan Presiden memberikan gambaran utuh atas pertimbangan kebijakan luar negeri yang selama ini tidak seluruhnya terekspos ke publik.

“Karena itu satu kesempatan berharga, waktu sore ini kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui,” ungkap Hassan.

Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, menegaskan bahwa pertemuan tersebut memperkuat keyakinan atas konsistensi sikap Indonesia dalam membela Palestina. Ia menekankan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara tetap menjadi prinsip utama kebijakan luar negeri.

“Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina, dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya, itu adalah harga mati. Two-state solution,” tegas Alwi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Bongkar Peredaran Narkotika Etomidate, Dua Perempuan Ditangkap di Jakbar dan Tangerang
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Vintage Sounds Siap Digelar ArtSwara, Hadirkan Musik Era 80–90an dengan Aransemen Baru
• 6 jam laluintipseleb.com
thumb
Kasus NTT, Istana Instruksikan Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rute MRT Kembangan-Balaraja Masuk Tahap Kajian, Barat Jakarta-Banten Siap Terhubung
• 5 jam laludisway.id
thumb
Heboh Logo NU Diedit Mirip Simbol Yahudi, Polisi Turun Tangan
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.