Keluarga Anak SD di NTT Tak Dapat Bansos, Meski Miskin Ekstrem, Istana Perintahkan Polisi Usut

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Istana menanggapi tragedi siswa SD mengakhiri hidupnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap insiden tragis tersebut. Kejadian ini disebut Prasetyo menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2) malam.

"Oleh karena itulah, Bapak Presiden menaruh atensi, dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi," sambung Prasetyo Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kemudian Menteri Sosial Saifullah Yusuf, untuk memperhatikan kondisi keluarga korban, yang diketahui berada dalam kategori miskin ekstrem (desil-1). Pras menambahkan dirinya juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga, dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali," ujar Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Terkait dengan adanya informasi keluarga korban tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos), karena persoalan administrasi, Pras menyatakan pemerintah menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

"Biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Pras kemudian menekankan pentingnya merawat kepedulian sosial di seluruh tingkatan.

"Kita harus meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level, tingkatan," ujar Pras.

"Bagaimana pun selain di faktor keluarga, faktor lingkungan, juga di sekolah menjadi sangat penting, edukasi, dan terutama berkenaan dengan masalah mental adik-adik kita supaya jika mengalami sebuah tekanan, atau mengalami sebuah permasalahan untuk dapat menyampaikan kepada guru-guru mereka di sekolah. Semua upaya kita coba cari supaya kita mengantisipasi, supaya tidak terjadi kembali," sambung Pras.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT, Atalia Praratya DPR Dorong Penguatan Sekolah Rakyat
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Beras di Banjarmasin Melonjak
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Zhang Youxia Mendapat Dukungan Para “Sesepuh Politik” Memicu Kemarahan Xi, Tokoh Abu-abu Zhang Shengmin Berbalik Melawan
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Apa itu Adrenochrome? Dikaitkan dengan Epstein Files dan Anti-Aging Elit Global
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Isi Pertemuan Prabowo dengan PKB: Pilkada Lewat DPRD hingga Dewan Perdamaian
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.