Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta resmi menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Line Timur Barat Fase 2 (Kembangan—Balaraja dengan tujuh pengembang (developer).
Rincian pengembang tersebut ialah PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).
Advertisement
Kesepakatan dengan para pengembang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh DirekturPengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchafd Mahfud.
Penandatanganan MoU juga disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.
"Lintas Timur-Barat merupakan koridor yang sangat strategis yang menghubungkan kawasan hunian, kawasan industri, serta pusat pertumbuhan baru di Jakarta, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten," ujar Tuhiyat di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Menurut Tuhiyat, MRT mengambil inisiatif untuk membantu pemerintah pusat selaku pemilik proyek dalam hal mendorong konektivitas dan efisiensi anggaran proyek melalui kerja sama studi dengan para pengembang di area Provinsi Banten.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5379446/original/076784500_1760346773-BL1_7772.jpg)


