JAKARTA, KOMPAS.TV- Kabareskrim Polri periode 2008-2009 Susno Duadji sebut pemasukan di bidang Batubara sebesar 150 persen tidak masuk ke negara. Susno mengatakan, hal tersebut sudah diketahui oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saya katakan, Pak Prabowo ini kita kaya sekali dengan tambang itu. Kita menghasilkan batubara 750 juta ton per tahun,” ucap Susno dalam keterangannya di Satu Meja The Forum KompasTV dengan tema Prabowo Bertemu “Oposisi”, Jokowi Mati-matian untuk PSI, Rabu (4/2/2026) malam.
Namun, keterangan Susno perihal Indonesia yang menghasilkan Batubara 750 juta per tahun disanggah Presiden Prabowo.
Baca Juga: Menkeu Beri Pendampingan ke Pegawai yang Kena OTT KPK: Tapi Tidak Dalam Bentuk Intervensi Hukum
“Yang tercatat 800 juta, beliau punya catatan, langsung ditayangkan sumbernya, yang tidak tercatat dan ini akurat, yang tidak dipungut oleh negara tapi informasi dari negara lain yang nerima itu, lebih besar dari itu,” kata Susno.
“Artinya pemasukan negara di bidang batubara itu mungkin 150% tidak masuk.”
Sebelumnya, Susno Duadji bersama sejumlah tokoh diundang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sejumlah hal di kediamannya pada Jumat, 30 January 2026.
Baca Juga: Purbaya soal KPK OTT di Banjarmasin dan Jakarta: Saya Tidak akan Lepaskan Anak Buah Saya Sendirian
Semula Susno berprasangka pemerintahan Presiden Prabowo belum melakukan apa-apa, namun ternyata sudah lebih maju dari apa yang diperkirakan. Selain soal Batubara, Susno mengatakan Presiden Prabowo juga menjadi reformasi Polri sebagai pembahasan yang hangat.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- susno duadji
- prabowo subianto
- presiden prabowo subianto
- pemasukan bidang batubara
- mantan kabareskrim susno duadji




