Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Megawati mengenalkan Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa kepada Putra Mahkota Abu Dhabi.
  • Nilai Pancasila dinilai sejalan dengan visi persaudaraan manusia dalam ajang Zayed Award.
  • Kemenangan NU dan Muhammadiyah memperkokoh posisi Islam Indonesia di mata dunia.

Suara.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, membawa misi ideologis dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. 

Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (4/2/2026) waktu setempat, menjadi momentum bagi Megawati untuk mengenalkan Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa Indonesia di kancah internasional.

Duta Besar RI untuk Tunisia sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Agama (non-aktif), Zuhairi Misrawi, yang turut mendampingi Megawati, mengungkapkan bahwa putri proklamator Bung Karno tersebut memaparkan secara mendalam akar pemikiran ideologi negara Indonesia.

"Dalam pertemuan tersebut, Ibu Megawati mengenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki landasan falsafah kokoh, yaitu Pancasila. Beliau menjelaskan bahwa falsafah ini digali langsung oleh Bung Karno dari khazanah pemikiran dan kebudayaan Nusantara," ujar Zuhairi dalam keterangan tertulisnya.

Megawati menekankan kepada Sheikh Khaled bahwa keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah kemajemukan agama, suku, dan bahasa tidak lepas dari kekuatan nilai universal Pancasila. Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat sejalan dengan upaya perdamaian dunia yang diusung UEA melalui Zayed Award for Human Fraternity.

"Falsafah Pancasila ini sejalan dengan visi dan misi Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia)," lanjut Zuhairi menyampaikan poin pembicaraan Megawati.

Selain isu filosofis, Megawati turut berbagi memori mengenai peran strategisnya sebagai dewan juri dalam penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2024 silam. Ia mengenang rasa bangganya saat ditunjuk langsung oleh Imam Besar Al-Azhar, Mesir, untuk mewakili umat Islam sekaligus kalangan perempuan.

Kepuasan Megawati semakin lengkap karena pada periode kepemimpinannya sebagai juri, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil keluar sebagai pemenang. Momen tersebut dipandang sebagai pengakuan dunia terhadap corak Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan damai.

Zuhairi menyimpulkan bahwa kehadiran Megawati dalam forum internasional semacam ini memiliki nilai diplomatik yang tinggi, khususnya bagi posisi Indonesia di Timur Tengah.

Baca Juga: Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan

"Penghargaan ini tidak hanya mengenalkan Islam Indonesia ke dunia, tetapi juga memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-UEA yang selama ini sudah terjalin sangat baik," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wisatawan RI ke Korsel Tembus 365 Ribu pada 2025, Tertinggi Ke-4 di ASEAN
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Gubernur DKI dan Banten Saksi Penandatanganan MoU Pengembangan MRT Timur-Barat Kembangan–Balaraja
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Bersholawat Setiap Pagi, SDN Krokeh Tanamkan Karakter Religius dan Disiplin Sejak Dini
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Nekat atau Keterlaluan? : Pria Daratan Tiongkok Menembaki Kamera Keamanan Sepanjang Jalan dengan Ketapel 
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.