Marty Natalegawa: Prabowo Sebut BoP Trump Bagian Pelaksanaan Resolusi DK PBB

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Pandangan Indonesia adalah jelas yang tadi disampaikan Bapak Presiden bahwa ini bagian dari pelaksanaan resolusi PBB mengenai Gaza dan juga Indonesia akan terus-menerus mengevaluasi, akan terus-menerus mengedepankan kepentingan nasional kita," kata Marty, dilansir ANTARA, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Tak Mau PBB Disaingi, Presiden Brasil dan Perancis Sindir Dewan Perdamaian Gaza

Marty berbicara usai ikut pertemuan dengan Prabowo, bersama mantan Menlu RI lain, di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Lebih lanjut, Marty menegaskan, evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar keanggotaan Indonesia tetap sejalan dengan prinsip dan kepentingan nasional.

Dia menekankan pentingnya memastikan kepentingan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan politik luar negeri, termasuk keterlibatan Indonesia dalam BoP bentukan Trump.

Baca juga: Menlu RI Tegaskan Keberadaan Dewan Perdamaian Tak Gantikan Peran PBB

Kepentingan nasional jadi pedoman

Marty menyampaikan apresiasi atas penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait konteks keputusan Indonesia bergabung dengan BoP.

Dia mengatakan Presiden telah menegaskan bahwa kepentingan nasional akan menjadi landasan utama dalam keanggotaan Indonesia di BoP.

"Tentunya ditegaskan kembali berulang kali bahwa kepentingan nasional lah yang akan menjadi pedoman kita dalam keanggotaan ini. Dan kami berkeyakinan bahwasanya Bapak Presiden akan senantiasa memperhatikan hal itu," ujar Marty di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }


Ia menilai kondisi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian dan ketidakadilan bukanlah hal yang baru bagi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia telah puluhan tahun menghadapi situasi global serupa dan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rakernas PNM 2026 Hadirkan Ruang Berbagi untuk Masyarakat Aceh
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Insanul Fahmi Ingin Kembali ke Wardatina Mawa, Hubungan dengan Inara Merenggang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng yang Wafat di Usia 100 Tahun
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Anak 13 Tahun Berenang 4 Km di Laut Demi Selamatkan Ibu dan Saudaranya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Pekalongan Meluas Dipicu Luapan Sungai, Terparah di Kecamatan Tirto
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.