Virus Nipah di Jateng Masih Zero, Gubernur Luthfi Tetap Minta Warganya Waspada Potensi Penyebaran

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta masyarakat di wilayahnya mewaspadai potensi penyebaran virus Nipah. Kendati demikian, dia memastikan bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus virus tersebut di Jateng. 

"Terkait dengan virus Nipah, di Jawa Tengah masih zero. Tapi kita perlu antisipasi dengan pola hidup sehat. Kalau makan buah ya dicuci dulu, kalau mungkin ada gejala, segera lakukan pemeriksaan,” ujar Luthfi di Surakarta, Rabu (4/2/2026). 

Baca Juga
  • Antisipasi Virus Nipah, Bandara Ahmad Yani Semarang Perketat Pengawasan Penumpang Internasional
  • Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia
  • Cegah Virus Nipah Masuk Indonesia, Kemenkes Pantau Ketat Kedatangan Internasional
Dia pun mengimbau masyarakat Jateng yang tengah berada di luar negeri untuk menerapkan langkah pencegahan penularan. Termasuk ketika hendak mengonsumsi buah-buahan yang berpotensi menjadi medium penyebaran virus Nipah. 

Luthfi mengatakan, saat ini Jateng mempunyai program dokter spesialis keliling atau Speling yang turut mencapai desa-desa. "Saya yakin kita punya penjagaan yang luar biasa," ucapnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, menjelaskan, penyakit virus Nipah merupakan zoonotik emerging yang disebabkan virus Nipah. Virus tersebut merupakan anggota genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Yunita mengatakan, reservoir utama virus Nipah adalah kelelawar buah. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi buah-buahan. Terutama jika mereka matang di pohon dan terdapat bekas gigitan hewan. 

"Hati-hati mengonsumsi makanan sumber penularan. Bila mengalami gejala demam, sakit kepala, tenggorokan sakit, hati-hati. Segera kunjungi fasilitas terdekat bila semakin memberat," kata Yunita.

Karena belum ditemukan kasus virus Nipah di Jateng, Yunita mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang telah memperketat pengawasan kedatangan penumpang internasional dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Nipah. 

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto, mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang untuk meningkatkan pengawasan penumpang. Saat ini telah dioperasikan alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional. 

"Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah tanggal 30 Januari 2026, BKK Kelas I Semarang melakukan pemantauan penumpang internasional yang tiba dengan menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Thermal scanner ini berlokasi di area kedatangan penumpang internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang," kata Arif dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026). 

"Petugas akan melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan untuk penumpang yang terpantau demam pada thermal scanner serta penumpang yang sakit saat kedatangan," tambah Arif. 

Dia menerangkan, saat ini penumpang penerbangan internasional yang melakukan perjalanan ke Indonesia, termasuk ke Semarang, diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia. "Kami mengimbau kepada penumpang yang merasakan demam atau kurang sehat saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk melaporkan kepada petugas bandara," ujarnya.

Saat ini Bandara Ahmad Yani Semarang melayani dua rute penerbangan internasional, yakni ke Malaysia dan Singapura. (Kamran Dikarma)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI (BBRI) Kejar Target Penyaluran KPR Subsidi hingga 60.000 Unit di 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengintip Cerita Suram Salma Racheliansyah di Balik Karir Sukses Sebagai Influencer
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Ramalan Todd, Skandal Epstein, dan Barat yang Tengah Kalah
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
7 Gejala Kanker yang Bisa Diwaspadai Sejak Dini Namun Sering Terlewatkan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kemendikdasmen Soal Siswa SD di NTT Bunuh Diri: Almarhum Penerima PIP
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.