Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi Rampung 2031, Telan Rp25,23 Triliun

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyampaikan telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait langkah lanjutan pembangunan jalan Tol Padang–Pekanbaru, seksi Sicincin–Bukittinggi, Sumatra Barat, yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2031.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan dengan adanya target itu, Pemprov Sumbar tentu akan mendukung penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.

“Keberadaan jalan tol ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana banjir dan longsor. Kami memang sangat mengharapkan, proyek jalan tol di wilayah Sumbar ini bisa tuntas,” katanya, dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Dia menyampaikan bahwa infrastruktur jalan tol tersebut sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan.

Oleh karena itu, Pemprov Sumbar menegaskan mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Mahyeldi bilang pertemuan Pemprov Sumbar bersama Kementerian PU yang turut didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade itu, dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pembangunan infrastruktur strategis dapat terlaksana secara terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan. 

Baca Juga

  • Hadapi Cuaca Ekstrem, Jasa Marga (JSMR) Jaga Kualitas Jalan Tol
  • Jalan Tol Akses Bandara Soetta Masih Terendam Banjir, Lalu Lintas Terhambat
  • Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi I Dibuka Gratis hingga 22 Januari 2026

“Sebagai tindak lanjut, setelah adanya pertemuan dengan Kementerian PU ini, kami di daerah dalam waktu dekat akan melakukan rapat lanjutan,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra mengatakan target pengoperasian ruas Sicincin-Bukittinggi itu dimungkinkan pada 2031. Namun demikian, terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal.

Menurutnya untuk mencapai target itu, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun, dengan mempercayakan kepada PT Hutama Karya melalui skema penugasan untuk pembangunan ruas tol tersebut.

“Jadi dalam pertemuan itu, kami membahas tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk survey topografi, survey geoteknik serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan,” ucap dia.

Kemudian juga ada rencana bahwa pembangunan akan dibagi ke dalam dua segmen utama, yakni segmen Sicincin - Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer, dan segmen Bukittinggi - Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer. Masing-masing segmen dilengkapi satu interchange (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antar wilayah. 

“Jadi diperkirakan anggaran mencapai Rp25,23 triliun,” sebutnya.

Dikatakannya untuk perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi. Khusus segmen Sicincin - Padang Panjang yang direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer. Dimana untuk terowongan pertama sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.

Selain itu, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut direncanakan menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 kilometer at grade (di atas permukaan tanah), 10 kilometer jembatan dan sisanya terowongan. 

Sementara pada segmen Bukittinggi - Padang Panjang direncanakan akan dibangun menggunakan skema at grade sepanjang 17 kilometer dan 2,71 kilometer jembatan.

"Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survey dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini, survey topografinya sudah selesai dilaksanakan,” jelasnya.

Arief bilang untuk tahapan selanjutnya adalah survei geoteknik berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Direncanakan survei geoteknik itu akan dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.

“Tapi ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu yakni izin memasuki hutan lindungnya sudah keluar dari kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survei belum bisa bekerja," sebutnya.

Dia menyampaikan supaya pembangunan ruas tol Sicincin - Padang Panjang dan Padang Panjang - Bukittinggi dapat segera dimulai, dibutuhkan adanya dukungan penuh dari lintas sektor. Tidak hanya dari pemerintahan di berbagai tingkatan tapi juga dari masyarakat, khususnya dalam tahapan pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan kami harapkan bisa jadi prioritas pemerintah daerah bersama kementerian terkait, supaya pengerjaan bisa disegerakan pula,” tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah ke Rp16.805 Per Dolar AS Seiring Data Ekonomi AS yang Kuat
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
2 Minggu Diresmikan, Satres PPA dan PPO Polres Bogor Terima 45 Laporan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Rancang PNM Masuk Naungan Kementerian Keuangan
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Siswa SMP di Kubu Raya Ledakkan Molotov: Korban Bully-Ikut Komunitas TCC
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi Tuntut Pemakzulan Marcos Jr. Digelar di Quezon City
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.